YOGI ISTI P/RADAR JOGJA
SIAP BERTANDING: Yuni Satia Rahayu dan Dadang Wicaksana Sulistiyo saat bersama warga. Foto kanan, Sri Purnomo-Sri Muslimatun dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

Nglurug Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake

Hari ini, Rabu (9/12), nasib warga Sleman ditentukan. Siapapun yang bertanding dalam pilkada 2015, rakyat bakal keluar sebagai pemenang. Asal mereka mau hadir ke tempat pemungutan suara dan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani.

YOGI ISTI PUJIAJI, Sleman

MASING-masing pasangan calon bupati-wakil bupati Sleman punya kans menang. Elektabilitas memang salah satu faktor penentu. Tapi, strategi dan etos kerja mesin partai lebih menjadi garansi kemenangan. Nah, untuk mendongkrak popularitas, pasangan nomor urut 1 Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistiyo menerapkan strategi blusukan pasar, gropyok desa, dan gotong royong. Selama masa kampanye, hampir tak ada waktu luang tanpa blusukan. Langkah calon yang diusung PDI Perjuangan, Gerindra, dan PKS persis seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala “bertarung” dengan Prabowo Subiyanto pada pemilihan presiden 2014. Apakah sukses Jokowi bakal menular di Sleman?
“Kami yakin mampu meraup 64 persen suara dari total suara sah,” ujar Yuni, kemarin (8/12).
Kalimat itu meluncur setelah melihat kesiapan gerakan struktur partai hingga level anak ranting serta para saksi dan relawan dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS) hingga kabupaten. Lengkap dengan tim advokasi masing-masing. Mereka bertekad mewujudkan pemilu berbudaya. “Perkembangan sampai hari ini (kemarin) cukup menggembirakan. Kami sangat siap apapun hasilnya,” lanjut Yuni yang bakal menggunakan hak pilih di TPS 16, Pugeran, Maguwoharjo, Depok.
Jika terpilih sebagai bupati, Yuni bertekad tetap akan menyambangi masyarakat untuk mendengar masukan dan keluhan. Untuk melihat perolehan suara, DPC PDIP Sleman menggelar quick count dan real count saat perhitungan suara.
Ketua DPD PDIP DIJ Eko Suwanto meminta masyarakat turut memantau proses pilkada dan sama-sama menahan diri demi menjaga situasi kondusif. Eko mengingatkan para pendukung Yuni-Danang agar tak berpesta pora jika jago yang diusung menang.”Jangan mudah terpancing cara kotor untuk memenangkan pilkada,” tuturnya.
Sementara itu, Sadar Narima, ketua tim pemenangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun juga meyakini pihaknya bakal memenangi bursa pilkada. Sri Purnomo (SP) yang notabene kader Muhammadiyah ternyata juga memperoleh dukungan dari Nahdliyin. Itu yang membuat sosok asal Jaban, Tridadi, Sleman makin kuat. SP memang tak membuat janji-janji tertentu demi meraup kemenangan. Hanya, dia bertekad menjalankan proses demokrasi secara santun. “Yang jelas, menang tanpa ngasorake,” ujar Sri Purnomo.
Mantan bupati Sleman itu justru berharap kepada warga agar sama-sama membangun Sleman ke depan agar lebih baik. Berbagai program yang digerakkan lebih untuk kesejahteran masyarakat. Pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utamanya. Meski tanpa mengurangi porsi perhatian pada seni dan budaya. Dia berangan-angan ke depan tak ada lagi warga kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan, dan konsen pada anak-anak putus sekolah. (ila/ong)