ISTIMEWA
BANGGA: Pecatur M Kahfi Maulana bersama Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo. Kahfi lolos ke PON 2016 melalui babak playoff.
JOGJA—Tiket menuju PON 2016 akhirnya dikantongi tiga pecatur DIJ dari nomor perorangan di babak Pra-PON 2015. Dua tiket berasal dari dua pecatur putri yakni Master Nasional Wanita (MNW) Anna Wening Rahajeng di peringkat 14 dan MNW Lintang Wulandari di peringkat 15 nasional. Sedangkan satu tiket direbut M Kahfi Maulana melalui babak playoff.
Kedua pecatur putri DIJ sudah memenuhi kriteria PB Percasi untuk tampil di PON 2016 dengan berada di peringkat 18 besar nasional. Meskipun belum mampu memenuhi kriteria yang ditetapkan KONI DIJ yakni masuk peringkat empat besar nasional babak kualifikasi yang bersifat kejuaraan maupun menjadi juara di kualifikasi yang bersifat wilayah. “Di kelompok putri ada 18 yang lolos, dan kami bersyukur dua atlet kami bisa lolos. Meski jauh dari kriteria KONI DIJ namun hasil ini kami rasa sudah bagus,”ujar Wakil Sekum Pengda Percasi DIJ Suranto kemarin.
Di babak kualifikasi, Anna mampu meraih poin lima dari sembilan pertandingan yang harus dilakoni. Nilai tersebut terpaut dua poin dari peringkat pertama Grand Master Wanita (GMW) Medina Warda Aulia dan posisi kedua Master Internasional Wanita (MIW) Chelsie Monica. Sementara Lintang juga mampu meraih poin lima dari proses seleksi PON yang mempertandingkan sistem Swiss 9 babak tersebut.
Sementara Kahfi harus berjuang melalui babak playoff untuk meraih tiket PON 2016. Berlangsung di Bandung pada 30 November hingga 4 Desember, Kahfi harus bersaing ketat dengan 10 pecatur lainnya hingga akhirnya mampu merebut peringkat pertama dengan system pertandingan swiss 7 babak.
Dengan kondisi tersebut, peluang ketiga atlet DIJ ini untuk ambil bagian dlam PON hanya berharap dari program mandiri. “Pilihan paling logis agar ketiga atlet tersebut bisa tampil di PON adalah dengan menggelar Puslatda Mandiri. Kami akan segera laporkan ke Ketum Pengda Percasi, Sukamto,”ujarnya.
Keberhasilan pecatur perorangan DIJ belum diikuti di nomor beregu. DIJ gagal meloloskan dua timnya untuk bisa tampil di PON 2016. Tim putra telah gagal saat babak kualifiasi di November lalu. Sementara tim putri yang diperkuat Felicia Adventa, Ghina Wintang Alfiana, Linda Nurwahyuni, RR Hanifa Prabaningrum dan Mutik Dian Prabaningtyas tidak mampu bersaing dengan kontingen lainnya. “Tim putri hanya mampu mencapai rangking 13 dari 17 tim yang dikirimkan pada babak kualifikasi, sehingga tim putri juga tersingkir,”ujarnya.(dya/din/ong)