SURABAYA – Seorang ibu muda yang masih terlihat cantik, tiba-tiba mendatangi Mapolrestabes Surabaya, Selasa (8/12). Kepada polisi, perempuan bernama Amira itu mengaku diculik tujuh orang tak dikenal pada Senin malam (7/12). Namun, penculikan hanya berlangsung sekitar 15 jam.
Sebelum dilepaskan para penculik keesokan harinya, Amira mengaku dibawa keliling Surabaya semalam suntuk oleh para pelaku.
Penculikan itu berawal ketika Amira kedatangan tamu tak diundang pada Senin sore. Sekitar pukul 17.00, seorang pria bertubuh tegap masuk ke halaman rumahnya yang kebetulan tidak terkunci.
“Waktu itu, aku mau keluar,” kata perempuan 24 tahun tersebut kepada Jawa Pos (Induk JPNN.com).
Pria yang menggunakan logat Indonesia Timur itu mencari orang yang bernama Amira. Korban kemudian mengaku bahwa dirinyalah orang yang dicari.
Kepada korban, pelaku mengatakan meminta waktu sebentar karena ada yang akan dibicarakan. Pria tersebut lalu memberikan kode ke arah mobil yang diparkir 5 meter dari pintu gerbang. Setelah itu, enam orang turun dari mobil dan berjalan ke arah Amira.
“Ada yang pakai topi. Ada yang pakai kacamata. Semua masuk ke halaman rumah,” ucapnya.
Seorang pelaku kemudian menanyakan keberadaan Dony, saudara Amira. Dia langsung menyebut bahwa saudaranya sedang di luar kota. Namun, pelaku tidak terima dengan penjelasan itu.
Seorang pelaku mendorong tubuh Amira hingga hampir terjatuh. Perlakuan kasar itu sempat dihentikan Eny, pembantu rumah tangga korban.
Kegaduhan tersebut akhirnya terdengar oleh para tetangga Amira. Karena mulai banyak tetangga yang keluar rumah, pelaku meminta korban ikut ke dalam mobil. “Katanya, aku enggak mau ramai di sini,” ucapnya.
Permintaan itu dikabulkan Amira. Di dalam mobil, handphone Amira disita. Amira mengaku diajak muter-muter Surabaya. Hanya, dia tidak tahu ke mana saja. Selama di dalam mobil, dia tidak mendapat perlakuan kasar. Pelaku hanya meminta agar dia menunjukkan keberadaan saudaranya.
Karena tidak kunjung mendapat titik terang, pelaku terus menahan korban di dalam mobil. Meski begitu, pelaku tidak membiarkan korban kelaparan.
Ketika langit masih gelap, Amira dibawa mampir ke sebuah gerai makanan cepat saji di Rungkut. Setelah itu, dia kembali diajak berputar-putar di Surabaya.
Bukan itu saja, ketika pagi, pelaku mengajaknya sarapan di sebuah warung soto lamongan di kawasan Semolowaru. Dia pun ikut makan bersama para pelaku. Bahkan, pelaku mengizinkan Amira buang air kecil di salah satu minimarket.
Setelah menempuh perjalanan panjang tak tentu arah, pelaku akhirnya menurunkan korban di Mleto pukul 10.30. Kepada korban, pelaku beralasan bensinnya habis. Korban kemudian pulang ke rumahnya dengan naik becak. “Saya tidak tidur semalaman,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete membenarkan adanya kasus penculikan tersebut. Dia juga menegaskan bahwa kasus itu memang tengah ditangani unit jatanras. “Kami masih selidiki. Kuasa hukumnya cuma lapor lewat telepon,” tutur Takdir. (did/c6/oni/jpnn)