Gunawan/Radar Jogja
DITIMBUN: Belum lama ini petugas berhasil mengungkap peredaran ciu yang disimpan di balik lantai keramik di Gadungsari, Wonosari.

Diproduksi Secara Tradisional, Kebanyakan dari Wonogiri dan Sukoharjo

Peredaran miras di Gunungkidul sudah memprihatinkan. Itu dapat dilihat dari jumlah perbandingan hasil sitaan petugas yang dimusnahkan di halaman pemkab setempat, kemarin (8/12). Dalam kasus memabukkan ini, 19 orang telah dipidanakan.
GUNAWAN, Gunungkidul
Seluruh barang bukti merupakan hasil operasi cipta kondisi selama 2015. Total miras ada 2.525 botol, jamur tradisional sebanyak 503 botol, 18 dus jamu tradisional merek Madu Klanceng, pil kecetit 60 bungkus dan obat-obatan daftar G serta obat kadaluarsa sebanyak 1.840 butir.
Sementara tahun sebelumnya, berdasarkan data pada 2013, Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari menyita dan memusnahkan barang bukti miras sebanyak 3.318 botol. Kemudian di 2014 per Juli, barang bukti miras dimusnahkan sebanyak 1.836 botol.
Kapolres Gunungkidul AKBP Haryanto mengatakan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan sudah memiliki status hukum tetap. Seluruh kasusnya sudah disidangkan oleh PN Wonosari. “Ini barang bukti hasil operasi sejak Februari hingga November lalu,” kata Hariyanto.
Menurutnya, sebagian besar miras merupakan minuman beralkohol diproduksi secara tradisional. Minuman memabukkan ini disuplai dari pedagang besar asal Sukoharjo dan Wonogiri dan dijual secara umum di sejumlah wilayah kota Gaplek.
Untuk memberikan efek jera, petugas sudah melakukan tindakan tegas dengan memproses seluruh pelaku penjualan miras, jamu berbahaya dan obat-obatan daftar G sesuai dengan aturan. “Semua pihak diharapkan bisa menjaga sinergitas untuk mencegah peredaran miras di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Wonosari Damly Rowelcis mengatakan, dalam kasus peredaran miras pihaknya telah menjatuhkan vonis terhadap 19 terpidana, baik dalam kasus tipiring maupun perkara pidana biasa. Sementara denda yang disetorkan ke kas negara mencapai Rp 41.200.000.
“Semoga tindakan tegas bisa memberi efek jera kepada warga untuk tidak melanggar hukum,” kata Damly. (laz/ong)