MAGELANG – Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Magelang menargetkan angka partisipasi pemilih dalam pilkada serentak 9 Desember sebesar 80 persen.Target itu hanya meningkat tipis disbanding pemilu Legislatif (pileg) dan pilpres yang mencapai 79,9 persen.
“Kami tidak muluk-muluk. Karena harus diakui banyak kendala di lapangan,” kata Singgih Harjanto, Divisi Sosialisasi KPU Kota Magelang, kemarin (8/12).
Salah satu kendala yang dihadapi adalah banyaknya warga yang kuliah di luar kota. Mereka enggan pulang saat pilkada nanti.
“Sudah banyak yang SMS ke saya. Mereka pamit tidak pulang saat pilkada,” paparnya.
Dalam sosialisasi, KPU berharap, warga tidak lupa berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak. Kedatangan para pemilih, juga diharapkan tidak sekedar mencoblos. Namun, mereka benar-benar memilih calon pemimpin yang berkualitas.
“Kami berharap, para pemilih menolak segala bentuk politik uang, menolak segala macam kecurangan,” ucapnya.
Dengan menghindari segala bentuk kecurangan dan politik uang, diharapkan pilkada tidak hanya angka partisipasi yang tinggi. Namun juga berkualitas.
Di sisi lain, Singgih mengatakan, selama tahapan pilkada, KPU belum mengendus adanya politik uang.
Seperti diketahui, pemilihan wali kota dan wakil wali kota 9 Desember diikuti tiga pasangan calon (paslon). Calon nomor satu adalah pasangan Sigit Widyonindinto-Windarti Agustina (Si Winner). Keduanya diusung PDIP dan Partai Gerindra. Kemudian, paslon nomor urut dua, Moch Haryanto-Agus Susatyo (HARUS), diusung Partai Demokrat dan PKB. Sedangkan pasangan nomor urut tiga, Joko Prasetyo-Priyo Waspodo (Segoro Joyo) melalui jalur perseorangan.
Jumlah pemilih tetap (DPT) sebanyak 89.112 orang. Ini terdiri dari 42.490 pemilih laki-laki dan 46.622
perempuan. Sedangkan jumlah TPS yang tersedia sebanyak 209. Selain itu, ada DPT tambahan 324 orang.
Sementara itu, 295 personel Polres Magelang Kota langsung bertanggung jawab atas pengamanan proses pemilihan wali kota dan wakil wali Kota Magelang, hari ini (9/12). Mereka dibantu 418 personel Linmas dan 1 kompi anggota TNI, serta kekuatan lainnya.
Secara resmi, mereka dilepas usai Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS (Tempat Pemungutan Suara) Pilkada 2015 di halaman Polres Magelang Kota, Selasa (8/12). Apel dipimpin Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto.
Edi mengatakan, di Kota Magelang terdapat 209 TPS yang tersebar di 17 kelurahan dan 3 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 203 TPS berkategori aman. Sedangkan 6 TPS berkategori rawan dengan berbagai indikator yang hanya diketahui internal Polri.
“Ini internal kami sendiri. Contohnya saja, rawan terjadi gesekan antarpendukung pasangan calon. Di TPS rawan ini, kami tempatkan personel lebih banyak dari lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, para personel yang bertugas dilengkapi buku saku dan blangko laporan. Mereka siap menjalankan tugas pengamanan. Bahkan, sejak masa tenang lalu. Kemudian, saat pemungutan suara dan dilanjut penghitungan suara.
“Termasuk, setelah pemungutan sampai semua tahapan pilkada selesai. Intinya mereka bertugas mengawal proses demokrasi di Kota Magelang. Kami berpesan agar petugas bisa memahami tugas pokoknya di TPS dan laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh,” pintanya.
Edi mengingatkan, para personel polisi agar bersikap netral dengan tidak memilih, tidak dipilih, dan tidak berikan dukungan apapun dalam konteks ucapan. Ia berjanji akan memberi sanksi tegas, jika ada anggota yang melanggar.
“Saya harap anggota bisa bersinergi dengan semua pihak dalam menghadapi segala potensi kerawanan. Jangan anggap remeh masalah sekecil apapun,” jelasnya.(dem/hes/ong)