BANTUL – Tim sukses (timses) kedua pasangan calon (paslon) sama-sama optimistis menghadapi coblosan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Bantul hari ini. Menariknya lagi, timses kedua paslon juga punya pandangan serupa terkait potensi tingginya angka golput.
Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi mengklaim berdasar hasil survei yang dilakukan pada awal bulan ini, elektabilitas pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir (Ida-Munir) mengungguli rivalnya, yaitu pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih. Meski begitu, Aryun, sapaan akrabnya, enggan membeberkan berapa perkiraan perolehan suara pasangan yang diusung PDIP dan Partai Nasdem serta didukung Partai Golkar dan PPP itu.
“Nanti ndak dikiro takabur dan riya,” ucap Aryun saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (8/12).
Perolehan suara ini menyebar di seluruh kecamatan se-Bantul. Meskipun, kata Aryun, persentase setiap kecamatan berbeda-beda. Ada yang unggul tipis, dan ada yang menang telak. Namun, Aryun lagi-lagi enggan membeberkan kecamatan mana saja yang menjadi lumbung suara serta wilayah mana saja yang menang tipis. “Ada ranking-ranking (kecamatan) memang. Tapi itu untuk konsumsi internal,” ujarnya.
Menurut Aryun, sebulan terakhir timses gencar melakukan berbagai sosialisasi di kawasan pantai selatan. Penyebabnya, masyarakat di wilayah ini dinilai masih belum mengetahui sosok yang maju pada pilkada. “Alhamdulillah. Setelah sosialisasi kita optimistis di 17 kecamatan,” klaimnya.
Selain elektabilitas pasangan Ida-Munir, dari survei internal ini juga diketahui warga yang telah memiliki hak pilih ternyata banyak yang tidak mengetahui perihal pilkada. Apalagi, mengetahui siapa calonnya. Persentasenya cukup tinggi. Yakni, di kisaran 20 persen lebih.
“Rata-rata (yang tidak tahu) sudah sepuh dan masyarakat ekonomi lemah,” tuturnya.
Karena itu pula, Aryun memprediksi angka golput bisa mencapai 17 persen. Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 691.445, diperkirakan hanya sekitar 83 persen yang menyalurkan hak politiknya. Dijelaskan, banyak faktor kenapa angka golput tinggi. Di antaranya, pembatasan sosialisasi pilkada yang diterapkan KPU serta kejenuhan pemilih. Sementara itu, timses pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim) juga telah melakukan evaluasi akhir. Hasilnya, elektabilitas pasangan yang diusung Partai Gerindra, dan PKB serta didukung PKS ini juga tinggi sekaligus mengungguli rivalnya. Berbeda dengan timses Ida-Munir, timses nomor urut satu ini cenderung berani blak-blakan.
“Dari 17 kecamatan, kita unggul di 10 kecamatan,” terang Timses Suharsono-Halim Arif Iskandar.
Politikus PKB ini menyebutkan, 10 kecamatan yang menjadi lumbung suara di antaranya adalah Kecamatan Sewon, Piyungan, Srandakan, Kretek, Sanden, Imogiri, Pundong, Dlingo, Banguntapan, dan Kasihan. “Perhitungan terakhir (suara) 60 persen suara kita dapat,” klaim Arif.
Meski begitu, Arif memprediksi angka golput pada pilkada kali ini cukup tinggi. Yakni, di kisaran mendekati angka 21 persen. Sebagaimana Aryun, Arif juga menuding tingginya angka golput ini karena regulasi pembatasan sosialisasi oleh paslon yang diterapkan KPU. Di sisi lain, berbagai sosialisasi yang dilakukan KPU sendiri dinilai tidak dapat menyeluruh.
“Hanya simbol-simbol saja sosialisasinya,” jelasnya. (zam/ila/ong)