GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
JELANG JUMENENGAN: Abdi dalem melakukan ritual doa di depan Kereta Kyai Manik Koemolo di Pura Pakualaman, Jogjakarta, Senin (7/12). Ritual tersebut bertujuan memohon kelancaran proses perbaikan kereta yang akan digunakan jumenengan KGPAA PA X. Kegiatan ritual itu dipimpin langsung oleh BPH Hario Danardono.
JOGJA – Persiapan jumenengan KGPAA Paku Alam (PA) X di Pura Pakualaman 26 Mulud 1949 Hijriah atau 7 Januari 2016 terus dikebut. Setelah selesai membentuk kepanitiaan, persiapan lain mulai dikerjakan. Seperti perbaikan empat kereta, yaitu Kanjeng Kyai Manik Koemolo, Kanjeng Nyai Roro Kumenyar, Kanjeng Kyai Manik Brojo, dan Kanjeng Kyai Brojonolo.
Rangkaian perbaikan empat kereta pusaka milik Pura Pakualaman sudah dimulai Senin sore (7/12) dengan menggelar doa selamatan. Doa tersebut dipimpin oleh abdi dalem Pura Pakualaman Mas Riyo Projo dan Mas Bekel Wirotrenggono di Bangsal Tengah.
Prosesi yang berlangsung sekitar setengah jam tersebut untuk meminta kelancaran selama proses perbaikan empat kereta tersebut. Kegiatan ritual itu dipimpin langsung oleh BPH Hario Danardono, putra mendiang PA IX, yang turut menghadiri acara.
Dia mengatakan, prosesi tersebut merupakan awal proses perbaikan empat kereta pusaka yang akan digunakan untuk kirab setelah jumenengan PA X nanti. Pura Pakualaman sudah menghitung, serta menentukan hari dan tanggal baik untuk perbaikan kereta tersebut.
“Mudah-mudahan proses renovasi lancar sehingga bisa digunakan untuk kirab jumenengan 7 Januari nanti,” ujarnya.
Perbaikan empat kereta sendiri akan dilakukan di bengkel kereta di wilayah Bantul mulai hari ini (8/12). Itu karena di Pura Pakualaman belum ada tim khusus yang menangani kereta. Tapi, dia enggan menyebutkan lokasi pasti untuk perbaikan.
Adik KBPH Prabu Suryodilogo tersebut menambahkan, selain empat kereta milik Pura Pakualaman tersebut, pihaknya juga berencana meminjam dua kereta milik Keraton Jogja. “Tambahan dua kereta untuk ampilan (pendamping) yang bawa perlengkapan raja,” jelasnya.
Pria yang sehari-hari bekerja di Gembira Loka Zoo ini menjelaskan, saat kirab nanti dua kereta yang membawa ampilan akan berada di belakang kereta Kyai Manik Koemolo, yang dinaiki oleh Adipati Pakualaman. Setelah itu berturut-turut diikuti kereta Kanjeng Kyai Roro Kumenyar, Kanjeng Kyai Manik Brojo, dan Kanjeng Kyai Brojonolo.
“Untuk kereta Kyai Manik Koemolo akan ditarik enam kuda, lainnya ditarik empat kuda,” jelas pecinta kuda ini.
Sebelumnya, Staf Urusan Kapanitran Pura Pakualaman Mas Riyo Sastrodirjo mengatakan, pada prosesi jumenengan, pihaknya menyiapkan undangan untuk sekitar 5.000 orang. “Khusus undangan pejabat saya tidak tahu. Tapi bagi warga yang diundang sampai 5.000-an. Supaya masyarakat tahu PA X sudah jumeneng,” jelasnya. (pra/ila/ong)