Hendri Utomo/Radar Jogja
CSR: Kader posyandu saat mengikuti pelatihan di Balai Desa Glagah, kemarin (7/12). Para kader juga menerima bantuan alat kesehatan.

Senang karena Juga Dapat Bantuan Alat-Alat Kesehatan

PT Angkasa Pura I bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Temon II memberikan pelatihan kepada kader posyandu di Balai Desa Glagah, kemarin (7/12). Selain memberikan pelatihan, juga diserahkan beberapa sarana prasaran pendukung kesehatan untuk posyandu.
HENDRI UTOMO, Kulonprogo
Kegiatan ini searah dengan instruksi Gubernur DIJ Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu. Di mana selain aktivitas pengukuran lahan calon bandara yang tengah dilakukan BPN, kegiatan positif lain yang bersinggungan dengan warga terdampak bandara bisa dilaksanakan.
“Kegiatan CSR Angkasa Pura I di Balai Desa Glagah ini merupakan rangkaian kegiatan kita dalam melakukan pelayanan kesehatan keliling yang sudah berjalan sejak 2014. Dalam hal ini, kami bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Temon II,” terang CSR Section Head AP I Rizka Ainaeny di sela kegiatan.
Ainaeny menjelaskan, CSR Angkasa Pura I dalam pelayanan kesehatan keliling dipusatkan di Kecamatan Temon, tepatnya di area wilayah pelayanan Puskesmas Temon II yang meliputi tujuh desa. Tujuh desa itu adalah Desa Kebonrejo, Karangwuluh, Janten, Glagah, Palihan, Sindutan dan Jangkaran.
“Untuk Desa Kebonrejo, Karangwuluh, Janten sudah selesai tahun 2014. Nah tahun ini kita fokuskan di empat desa sisanya yakni Desa Glagah, Palihan, Sindutan dan Jangkaran. Kegiatannya sama pelatihan kader dan fasilitasi. Kegiatan akan dilaksanakan selama lima hari, Senin-Jumat (7-11/12) mendatang di Balai Desa Glagah,” jelasnya.
Pelatihan kali ini diharapkan mempu meningkatkan kapasitas kader-kader posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Ada pun bantuan fasilitas dari Angkasa Pura I, di antaranya, tensi, stetoskop, alat ukur bayi berbentuk pesawat dan perahu, timbangan digital, juga alat permainan edukatif (APE) seperti puzel dan permainan lain.
“Sarana prasarana itu penting karena waktu kunjungan dulu kita pernah mendapati di salah satu posyandu alat untuk mengukur bayi itu mengunakan tali rafia atau pakai tali seadanya. Itu tentu menjadi keprihatinan kami. Dengan ini kami berharap nanti kader-kader bisa lebih bersemangat dalam memberikan pelayanan,” katanya.
Menurutnya, sejauh ini kader-kader posyandu sifatnya sukarela. Dengan pelatihan kader dan fasilitas ini semoga bisa memantik semangat yang ujungnya kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.
“Seperti tagline kami ibu dan anak sehat bangsa kuat. Bantuan tidak masuk APBD atau APBN, ini murni CSR kami. Semoga di empat desa ini juga bisa berjalan baik,” ujarnya.
Pelatihan diisi beberapa narasumber, di antaranya dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Temon II dan PT Angkasa Pura I. Adapun jumpah peserta sekitar 180 kader posyandu. Dengan rincian, setiap posyandu mewakilkan lima kader.
Mulia Rahma Santi, Kader Posyandu Jeruk, Pedukuhan Macanan, Desa Glagah, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan kali ini. Khususnya untuk bantuan peralatan kesehatan yang sangat dirasakan manfaatnya.
“Peralatan kesehatan seperti timbangan bayi dan balita yang standar, sebelumnya kami belum punya. Dengan bantuan ini kami tentu sangat terbantu, semoga posyandu kami menjadi lebih maju dan anak-anak bisa lebih aktif datang ke posyandu,” ucapnya. (laz/ong)