SLEMAN – Elanto Wijoyono dan sekitar 20-an warga mendatangi Mapolda DIJ, kemarin (7/12). Mereka yang tergabung dalam gerakan masyarakat Warga Berdaya menggeruduk Polda dalam rangka audiensi terkait petisi penghentian konvoi dan kekerasan yang terjadi di DIJ selama kampanye Pilkada.
“Intinya, pertemuan kali ini kami ingin bertemu Kapolda. Tetapi kapolda tidak bisa hadir langsung, sehingga diskusi untuk membahas konvoi parpol dan aksi kekerasan baik oleh massa parpol maupun golongan lain, tidak dapat tuntas,” kata Elanto kepada wartawan seusai pertemuan.
Tidak adanya Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto dalam pertemuan itu, membuat warga merasa pertemuan tak maksimal. Meski demikian, ia tetap mendorong polisi memberikan informasi tindak lanjut pertemuan tersebut ke kapolda.
“Kami berharap ada proses pertemuan lanjutan membahas penuntasan kasus kekerasan dan menghentikan konvoi parpol, bersama jajaran Polda DIJ,” terang pria yang namanya tenar karena keberaniannya menghadang konvoi moge dengan sepedanya di perempatan Condongcatur, Depok, Sleman, beberapa waktu lalu ini.
Elanto mengatakan, warga akan menunggu itikad polda, secepat apa merespons tuntutan masyarakat. Warga, katanya, akan tetap memposisikan aparat sesuai dengan kewenangannya. “Jika terulang lagi kejadian konvoi di lapangan dan kekerasan massa parpol dan kelompok tertentu lain, kita berikan laporan pada aparat agar melalukan tindakan hukum ketika terjadi pelanggaran,” ungkapnya.
Elanto juga menyebut sebenarnya terkait konvoi parpol dan tindakan kekerasan, semua aturan mengenai hal itu telah jelas. “Tinggal ketegasan dan itikad polisi melakukan tindakan,” tandasnya.
Sebelumnya, Elanto mengunggah petisi di situs change.org melihat banyak munculnya konvoi dan kekerasan massa parpol peserta kampanye. Dalam petisi yang saat ini telah ditandatangani 2700-an orang itu, dia menuliskan lima poin tuntutan. Salah satunya menuntut aksi konvoi tersebut dihentikan oleh aparat penegakan hukum.
Menanggapi hal itu Dirintel Polda DIJ Kombes Pol Amran Ampulembang mengatakan, polisi sejauh ini sudah bekerja sesuai kemampuan yang dimiliki. Namun dia pun mengakui jika masih ada hal yang belum maksimal.
“Kami ditugasi untuk mengamankan proses demokrasi ini agar berjalan dengan aman, sama seperti yang diinginkan warga. Tapi itu ada prosesnya,” ungkapnya. Pihaknya pun akan menampung semua masukan dari warga untuk dibahas dalam rapat dengan petinggi Polda DIJ. (riz/laz/ong)