SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
DIKEBUT: Sejumlah pekerja sedang melakukan proses distribusi logistis Pilkada 2015 dari Kantor KPU Kabupaten Sleman menuju desa-desa dan selanjutnya diteruskan ke setiap TPS untuk pelaksanaan pencoblosan besok.
SLEMAN- Besok, Rabu (9/12) adalah masa penentuan bagi masyarakat Sleman untuk memilih calon kepala daerah. Kepala daerah inilah yang akan memimpin Sleman lebih baik selama lima tahun ke depan.
Tak henti-hentinya, pejabat Bupati Sleman Gatot Saptadi mengingatkan warga yang telah memiliki hak pilih agar hadir ke tempat pemungutan suara. Tujuannya demi mewujudkan impian masyarakat Sleman lebih sejahtera. “Masa depan Sleman tergantung pilihan masyarakat. Datang ke TPS dan coblos calon bupati sesuai hati nurani,”tutur Gatot di sela memantau persiapan distribusi logistik pilkada di kantor KPU Kabupaten Sleman kemarin (7/12).
Tak lupa, Gatot mengingatkan para pegawai negeri sipil (PNS) agar tetap menjaga netralitas dan independensi masing-masing. Gatot mengingatkan larangan bagi kalangan birokrat menjadi tim sukses. Atau sekadar mengarahkan pemilih agar mencoblos salah satu calon. Sanksi tegas diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Para pegawai justru diimbau turut menggugah kesadaran masyarakat agar menggunakan hak suaranya demi sukses pilkada serentak 2015.
Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi menyarankan calon pemilih hadir ke TPS mulai pukul 07.00-13.00.”Jangan golput karena merugikan semua,” ingatnya. Golput adalah kependekan “golongan putih” atau kalangan orang yang tak mau menggunakan hak pilih. Atau orang yang sekadar hadir ke TPS hanya semata-mata menggugurkan haknya, namun tetap tidak menentukan pilihan. Bahkan, sengaja membuat surat suara menjadi tidak sah.
Bagi warga yang belum terdaftar dalam DPT tetap bisa menggunakan hak pilih di TPS domisili dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk setempat. Mereka akan dilayani mulai pukul 12.00.
Distribusi logistik telah dilakukan sejak kemarin. Sebelas wilayah kecamatan menjadi prioritas pengiriman lebih awal untuk memastikan logistik terdistribusi ke masing-masing TPS paling lambat hari ini. Wilayah-wilayah itu antara lain, Prambanan, Berbah, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Depok, Mlati, Gamping, Cangkringan, Moyudan, dan Minggir.
Selain lokasi yang jauh, wilayah dengan jumlah pemilih banyak menjadi prioritas. Sisanya, didistribusikan hari ini ke wilayah Seyegan, Godean, Pakem, Turi, Tempel, dan Sleman.
Logistik berupa satu kotak suara, tiga bilik, surat suara, template, dan perlengkapan administrasi. Setiap armada dikawal dua polisi, dua Satpol PP, dan dua petugas KPU.
Distribusi logistik hanya sampai di tingkat desa. Selanjutnya, diteruskan oleh panitia pemungutan suara (PPS) masing-masing desa ke TPS. “Jadi, logistik menginap semalam di desa dan dijaga polisi dan linmas. Kalau yang distribusi besok (hari ini, Red) hanya mampir di desa sebentar, lanjut ke TPS,” papar Shidqi.
Untuk keperluan pengawalan distribusi logistik sampai TPS, Polres Sleman mengerahkan 100 personel, termasuk anggota polsek setempat.
Pejabat Bupati Bantul Sigit Sapto Rahardjo mengimbau seluruh warga yang telah memiliki hak pilih untuk menyalurkan pilihannya. “Memilihlah sesuai hati nurani,” pesan Sigit, kemarin (7/12).
Sigit meminta agar warga mencoblos bukan karena faktor lain. Misalnya, politik uang. Sebab, pilkada merupakan momentum untuk menentukan nasib Bumi Projo Tamansari selama lima tahun ke depan. Khawatirnya, bila mencoblos karena mendapatkan iming-iming uang nasib Kabupaten Bantul selama satu periode kepemimpinan mendatang tidak akan jauh lebih baik. Bahkan, bisa jadi malah lebih buruk.”Lima menit (di TPS) sangat menentukan lima tahun mendatang,” tegasnya.
Meski telah berulang kali mengimbau pegawai negeri sipil (PNS) bersikap netral, bekas Kepala Disnakertrans DIJ ini tak bosan mengulanginya. Dia mengintruksikan seluruh PNS di lingkungan pemkab menjaga netralitas. PNS dilarang keras terlibat dengan aksi dukung-mendukung salah satu pasangan calon. “Jangan menampakkan keberpihakan,” pintanya.
Ketua KPU Kabupaten Bantul Johan Komara mengimbau agar seluruh warga Bantul memanfaatkan pesta demokrasi lima tahunan dengan datang ke TPS. Dengan datang ke TPS, warga ikut berpartisipasi menentukan nasib Kabupaten Bantul lima tahun ke depan. “Pilih yang terbaik menurut anda,” pintanya.
Johan menambahkan, persiapan pilkada sudah matang. Seluruh logistik keperluan pilkada didistribusikan ke panitia pemungutan suara (PPS) mulai kemarin. Dari PPS, seluruh logistik ini kemudian akan didistribusikan 1768 TPS yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Bantul. “Didistribusikan ke TPS tanggal 8 Desember,” jelasnya.(yog/zam/din/ong)
Distribusi logistik Pilkada 2015

  • Dilakukan kemarin untuk Kecamatan Prambanan, Berbah, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Depok, Mlati, Gamping, Cangkringan, Moyudan, dan Minggir.
  • Dilakukan hari ini, Kecamatan Seyegan, Godean, Pakem, Turi, Tempel, dan Sleman.
  • Seluruh logistik didistribusikan ke panitia pemungutan suara (PPS). Dari PPS, seluruh logistik ini kemudian akan didistribusikan 1.768 TPS.
  • Didistribusikan ke TPS 8 Desember