SLEMAN- Kabar tak sedap menghantui pelaksanaan pilkada Sleman 2015. Ada oknum yang diduga sengaja memanfaatkan momen pesta demokrasi lima tahunan tersebut untuk mencari keuntungan pribadi. Praktinya, mereka menyebar kupon undian bergambar pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 1 Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya kemarin (7/12). Di atas kupon tersebut tertera cap nomor undian.
Sumber Radar Jogja menyebutkan, setelah pilkada, kupon tersebut akan diundi untuk mendapatkan door prize berupa satu unit mobil dan 17 sepeda motor. Kupon tersebut beredar di wilayah Pakem dan Prambanan. “Saya tidak tahu siapa yang menyebar kupon itu,” ungkap sumber tersebut yang menolak namanya dikorankan.
Panwaslu Sleman ternyata telah menerima laporan tersebut. Hanya, panwas mendapati peredaran kupon di wilayah Desa Sinduadi dan Sumberadi, Mlati. “Kami juga belum tahu siapa penyebar kupon. Masih ditelusuri,” ujar Anggota Panwaslu Divisi Pengawasan Pelanggaran Sutoto Jatmiko.
Sutoto mengaku mendapat laporan dari seorang petani. Petani tersebut diberi kupon oleh seorang wanita asing berkendara sepeda motor saat berpapasan di jalan raya. Petani itupun menolak membeberkan identitasnya. Untuk menelusuri kasus tersebut, panwas bekerjasama dengan kepolisian. “Yang jelas, janji-janji itu menyesatkan. Masyarakat jangan mudah percaya,” imbaunya.
Terpisah, Yuni menegaskan bahwa pihaknya tetap konsisten menegakkan gerakan anti politik uang. Soal kupon undian tersebut, Yuni mengaku tak tahu persis. Hanya, setahu Yuni, ada gerakan menggugah semangat kader pendukung agar bekerja lebih keras untuk memenangkan pasangan yang didukung PDIP, PKS, dan Gerindra. “Konsolidasi internal kami lakukan justeru agar kader lebih giat memantau kemungkinan ada oknum yang melakukan praktik politik uang,” paparnya melalui telepon.
Sekretaris DPC PDIP Sleman R Gustan Ganda mengaku bingung dengan fakta tersebut. Meskipun begitu, politikus asal Trihanggo, Gamping tersebut tak kaget dengan fakta itu. Baginya, itu bukan hal baru. “Saya pernah mengalami hal seperti itu. Ada orang yang menjanjikan reward ke warga jika saya menang (saat pileg 2014) di padukuhan. Saya malah tidak tahu program tersebut,” ungkapnya.
Ketua Tim Pemenangan Yuni-Danang, Koeswanto, menegaskan, tak ada anggota tim yang membuat kupon tersebut. Koeswanto menduga ada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan kupon untuk memenangkan salah satu calon. “Kami siap diklarifikasi panwas karena memang tidak membuat kupon itu,” tegas mantan ketua DPRD Sleman itu.(yog/din/ong)