BANTUL – Panitia pengawas pemilihan kepala daerah (Panwas Pilkada) telah mengeluarkan imbauan agar masing-masing pasangan calon (paslon) tidak melakukan agenda kampanye saat hari tenang. Meski demikian, dari penelusuran Panwas Pilkada, masih banyak ditemukan agenda pertemuan yang menghadirkan banyak massa.
Ketua Panwas Pilkada Bantul Supardi mengatakan, banyak menerima informasi adanya berbagai agenda pertemuan selama dua hari terakhir. Berbagai informasi ini masih ditelusuri Panwas Pilkada untuk memastikan adanya unsur kampanye atau tidak.
“Indikasi itu (kampanye terselubung, Red) belum kelihatan. Tapi kalau perkembangannya ada temuan,akan kami tindaklanjuti,” terang Supardi di ruang kerjanya, kemarin (7/12).
Di antara agenda pertemuan yang disoroti panwas pilkada adalah di Srimartani, Piyungan, RM Parangtritis, Prancak, Sewon, dan Donotirto, Kretek. Juga, agenda pertemuan di gedung Gapensi yang rencananya bakal digelar hari ini. Menurutnya, Panwas Pilkada tidak berwenang melarang atau bahkan membubarkan agenda pertemuan yang menghadirkan banyak massa. Panwas Pilkada baru bergerak setelah menemukan indikasi adanya kampanye terselubung.”Teman-teman panwas memantau terus,” ujarnya.
Selain memantau berbagai agenda pertemuan, Panwas Pilkada saat masa hari tenang ini juga tengah mencopot seluruh atribut dan alat peraga kampanye (APK). Supardi menyatakan, Panwas Pilkada saat memasuki hari tenang justru banyak menemukan APK yang baru terpasang di batang pohon dan tiang listrik. APK ini berupa gambar paslon nomor urut dua, yaitu pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir.”Di Pleret banyak dan Piyungan banyak. Ada 80-an rontek yang sudah kami tertibkan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Panwas Pilkada juga menemukan spanduk yang terpasang di sejumlah wilayah. Meski tidak tercantum nomor urut atau gambar, namun materi spanduk tersebut merujuk pada salah satu paslon.
“Akhirnya ya ikut kami tertibkan juga,” tegasnya.
Senada diungkapkan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) DIJ Lilik Raharjo. Dia mengimbau agar setiap paslon menghindari praktik kampanye terselubung. Ini untuk menjaga pilkada Bantul tetap berintegritas dan kondusif.”Kami juga mengimbau agar masyarakat kooperatif dengan melapor jika ada praktik money politic,” imbaunya.
Lalu, bagaimana dengan hari tenang dalam pandangan JPPR? Lilik menyatakan, ada berbagai agenda pertemuan yang menghadirkan banyak massa saat hari tenang. Agenda pertemuan ini rentan menjadi kampanye terselubung.”Kami melihat hari ini ada kampanye terselubung,” bebernya.
Karena itu, Lilik mendorong agar Panwas Pilkada menindaklanjuti agenda pertemuan yang diduga menjadi praktik kampanye terselubung itu.(zam/din/ong)