DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
TAK PERNAH SURUT: Gua Kalisuci memiliki ornament yang masih terjaga alami, seolah membawa pengunjungnya memasuki dimensi lain.

Susuri Gua hingga Menikmati Deburan Ombak

Merelaksasikan tubuh dan pikiran bisa dengan beragam cara. Salah satunya dengan bermain air. Menikmati gemuruh ombak di pantai atau bahkan menyusuri sungai yang berada di dalam gua bisa menjadi pilihan. Terpenting, jadikan liburan kali ini berbeda. Tak hanya menambah pengalaman, tapi juga memori keceriaan yang baru. Silahkan mencoba.

Rafting dan Caving di Gua Kalisuci

LIBURAN kali ini, saatnya mengeksplorasi wilayah Gunungkidul. Salah satunya, menyusuri gua dengan ban karet di Gua Kalisuci. Terletak di Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, gua ini menawarkan wisata ekstrem bagi pengunjungnya. Gua sunyi yang ornamennya masih terjaga alami, seolah membawa pengunjungnya memasuki dimensi lain.
Lokasinya yang berada di zona transisi Ledokan Wonosari menuju perbukitan Karst Gunungsewu menampilkan begitu banyak bentuk lahan tipikal Karst yang luar biasa. Di antaranya Perbukitan Kerucut, Lembah Buta, Doline, Colapse Doline, dan beberapa fenomena alam. Seperti kilauan cahaya surga Gua Grubug, eksotisme vegetasi purba Luweng Jomblang, romantisme senja Telaga Jonge menjadi paket komplet mengunjungi daerah ini.
Gua Kalisuci tidak pernah surut dialiri air, bahkan kedalamannya bisa mencapai 2,5 meter. Inilah yang mengharuskan pengunjung untuk mengenakan ban karet yang cukup besar beserta peralatan pelindung. Helm, jaket pelampung, dan body protector menjadi peralatan wajib pakai bagi para pengunjung. Untuk menghindari benturan dengan batu dan terbawa aliran air deras.
Air yang mengaliri Gua Kalisuci berasal dari air banjir kiriman di Semanu, Karangmojo, dan Ponjong. Air tersebut masih menyisakan ruang-ruang di mana pengunjung bisa menyaksikan keindahan stalaktit, stalakmit, draperi, mikro gordam, sodastro yang berada di dalam gua.
Dengan panjang sekitar 700 meter yang terdiri dari enam gua, membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menyusuri eksotika gua ini. Enam gua tersebut di antaranya Gua Kalisuci sepanjang sekitar 150 meter, Gua Vertikal Gelatik sekitar 150 meter, Gua Horisontal Gelatik sekitar 100 meter, serta Gua Vertikal Gelung sekitar 300 meter. Tiap-tiap gua menyuguhkan petualangan rafting dan caving di dalam perut bumi. Sebaiknya, berkunjung ke gua ini di saat musim kemarau, karena saat musim penghujan debit air bisa naik tiba-tiba.
Butuh sedikit perjuangan untuk menikmati gua air ini. Untuk masuk, pengunjung harus berjalan menuruni puluhan anak tangga, dan ketika usai, pengunjung harus kembali menaiki anak-anak tangga. Tapi, semua itu terbayar dengan keindahan dan kenikmatan disajikan gua ini. Jadi tubuh harus sehat, dan disarankan yang punya asma tidak mencoba wisata ini. (dya/ila/ong)