AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
BERI PENJELASAN: Petugas PT Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai biaya perawatan rumah sakit bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum saat lauching SIM Online di Tugu Jogja, kemarin.

logo-jasa-raharja

Sediakan MUKL dan Posyandu Laka Lantas

JOGJA – Momentum launching SIM Online oleh Ditlantas Polda DIJ mendapat dukungan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dukungan datang dari PT Jasa Raharja. Perusahaan yang mengurusi santunan kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum tersebut ikut menyediakan Mobil Unit Kecelakaan Lalu Lintas (MUKL) dan membuka stan Pos Pelayanan Terpadu Kecelakaan Lalu Lintas (Posyandu)
Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika mengatakan, keberadaan MUKL di arena launching SIM Online untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan. Usai menjalani pemeriksaan, tim kesehatan Jasa Raharja akan memberikan obat-obatan.
“Pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan oleh tim MUKL diberikan secara gratis, tidak dipungut biaya,” kata Suardika disela-sela memantau MUKL, kemarin (6/12).
Selain itu, PT Jasa Raharja ikut membuka stan Pos Pelayanan Terpadu Kecelakaan Lalu Lintas (Posyandu). Posyandu dijaga oleh petugas dari berbagai instansi seperti Polda DIJ, PT Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan. Juga RSUP dr Sardjito, Dinas Kesehatan DIJ, dan lain sebagainya. Keberadaan Posyandu adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait penanganan korban laka lantas.
Dijelaskan, jika ada peristiwa kecelakaan lalu lintas, korban langsung dibawa ke rumah sakit dan melapor ke kantor kepolisian terdekat dan Jasa Raharja. Selanjutnya, petugas Jasa Raharja akan mendatangi lokasi kejadian dan rumah sakit untuk mendata korban. Kemudian, petugas Jasa Raharja akan menerbitkan surat jaminan bahwa korban kecelakaan ditanggung oleh Jasa Raharja. “Sehingga, korban tidak lagi khawatir menanggung biaya perawatan rumah sakit,” terang Suardika.
Namun demikian, lanjut Suardikan, biaya perawatan yang ditanggung Jasa Raharja ada batas maksimal. Untuk biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas, angkutan umum darat dan laut maksimal Rp 10 juta. Sedangkan biaya perawatan angkutan udara maksimal Rp 25 juta. Apabila biaya perawatan melebihi batas maksimal maka sisanya akan ditanggung oleh BPJS. Itu bila pasien terdaftar sebagai pemegang kartu BPJS.
“Apabila pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS maka pemerintah daerah akan ikut menjamin melalui Program Jaminan Semesta (Jamkesos/Jamkesda). Itu bila pasien dari keluarga tidak mampu,” papar Suardika.
Menurut Suardika, alur penjaminan sangat mudah. Korban atau keluarga cukup melaporkan kasus kecelakaan lalu lintas tersebut 1x 24 jam ke kepolisian terdekat dan Jasa Raharja terdekat. Selanjutnya, petugas Jasa Raharja segera mendatangi pasien korban laka lantas untuk menyampaikan haknya sebagai korban lantas sekaligus menerbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan. Apabila pasien diluar Jaminan Jasa Raharja (Kecelakaan Tunggal), Jasa Raharja akan segera menerbitkan Surat Keterangan Tidak Terjamin Jasa Raharja untuk diteruskan kepada BPJS atau Jamkesos/Jamkesda.
Menurutnya Suardika, pada prinsipnya tidak ada satupun korban kecelakaan lalu lintas yang tidak tersentuh Jasa Raharja. Semua korban laka lantas berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. “Sebab, Jasa Raharja hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan prima yaitu Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empati,” jelas Suardika. (mar/ila/ong)