SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
JARINGAN INTERNASIONAL: Beberapa WNA asal Taiwan saat masih berada di Polres Sleman. Kini, mereka dipindahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Jogjakarta.
SLEMAN – Polres Sleman menyerahkan kelima belas warga negara asing (WNA) yang diduga berasal dari Taiwan ke Kantor Imigrasi Kelas I Jogjakarta, Sabtu (5/12) sekitar pukul 13.30 WIB. Nantinya, pena-nganan dan penindakan akan dilakukan oleh pihak imigrasi
Proses serah terima dari Polres Sleman diwakili oleh Kasat Res-krim AKP Sepuh Si regar kepada Kantor Imigrasi Jogjakarta yang diterima oleh Kasi Wasdakim Hananto. Menurut Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar, rom-bongan WNA tiba di Kantor Imigrasi dengan menggunakan bus polisi dan pengawalan dari Polres Sleman. Selanjutnya, para WNA dimasukkan ke dalam dua sel terpisah. “Satu orang perempuan di sel terpisah, sedangkan empat belas pria dalam satu sel,” katanya ke-pada Radar Jogja, kemarin (5/12).
Dia mengatakan, untuk sela-njutnya penanganan dan pen-indakan dilakukan oleh pihak imigrasi. Baik, untuk pendataan hingga kemungkinan deportasi. Sedangkan untuk indikasi keja-hatannya, ditindaklanjuti dengan melibatkan berbagai pihak. “Termasuk adanya dugaan ke-jahatan cyber crime, dan pelang-garan terhadap undang-undang Informasi dan Transasksi Elek-tronik (ITE), serta keimigrasian,” jelasnya.Sepuh merinci, kelima belas WNA yang diserahkan antara lain Lai Kuan Ming, 25; Chen Jheng Y, 22; Hung Wei Cheng, 25; Chen Jhin Peng, 31. Serta Yang Yaru, 20; Dong Jhen Yu, 23; Cai Yi Lin, 19; Chen Jian Syun, 31; Chen Hui, 25; dan Liou Jian, 25.”Sedangkan lima lainnya tidak diketahui identitasnya, karena tidak adanya tanda pengenal,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kepolisian mendapatkan infor-masi di sebuah rumah mewah di Desa Kledokan, Ngemplak, Sleman ada kegiatan dengan banyak WNA. Mereka terkesan tertutup dan tidak pernah ber-sosialisasi dengan warga sekitar. Dari laporan itu, polisi lantas melakukan pengecekan dan menemukan lima belas WNA yang akhirnya diamankan. Polisi menduga mereka masuk dalam jaringan penipuan online inter-nasional. (riz/ila/ong)