JOGJA – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat. Baik itu konflik sosial, ekonomi, politik maupun agama. Sebab, suatu daerah yang pernah mengalami konflik akan mudah timbul masalah baru sehingga sulit diatasi seperti konflik sosial yang pernah terjadi di Ambon, Aceh, dan lain sebagainya.
“Sebagai negara Pancasila sudah selayaknya seluruh masyarakat Indonesia saling menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendaknya sendiri,” kata Wakil Rektor 3 UKDW, Joko Purwadi saat membuka acara bedah buku berjudul Indonesia Damai di kampus setempat, kemarin.
Buku yang berisi 14 artikel tersebut diterbitkan oleh Tim Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian UKDW. Dalam buku ini mengulas berbagai masalah seperti kasus kekerasan dan agama yang melibatkan kelompok Al Qaedah di negara-negara timur tengah, masalah kepemimpinan perempuan dalam upaya perdamaian di Indonesia hingga kasus kekerasan yang melibatkan pelajar di Jogjakarta.
“Pada hakekatnya, semua agama mengajarkan umatnya untuk ikut mencegah adanya kekerasan dan konflik termasuk Kristen,” tambah Joko.
Salah satu cara menyelesaikan konflik dan kekerasan dengan menerapkan kegiatan dialog. Selain itu, masyarakat Indonesia harus meyakini bahwa agama dan kepercayaan yang dianutnya selalu mengajarkan perdamaian. “Tetapi, semua itu tergantung pada komitmen seluruh elemen masyarakat. Semua agama dan elemen masyarakat harus sepakat mewujudkan perdamaian dan mencegah terjadinya kekerasan,” terang Elga Sarapung, dosen UKDM yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. (mar)