GUNUNGKIDUL – Seorang warga Tegalmulyo, Kepek, Wonosari, Danang Supriantio, 29 men-jadi korban penganiayaan. Penjual nasi goreng tersebut dipukuli pria berambut cepak. Akibat-nya dia harus menjalani perawatan medis.Informasi yang dihimpun Radar Jogja me-nyebutkan, kejadian ini berlangsung pada Kamis malam (3/12). Kejadian berawal ketika Danang hendak mengantarkan pesananan nasi goreng ke wilayah Kranon, Kepek mengen-darai roda dua.
Dalam perjalanan, mendadak muncul pengen-dara lain menggunakan sepeda motor Honda Vario berjalan zigzag. Aksi pengendara motor tersebut hampir saja membuat korban celaka karena hampir menabraknya.
Karena dianggap membahayakan, Danang menegur pelaku supaya lebih berhati-hati dan menghidupkan lampu sein. Tetapi, pela-ku tidak terima dan justru naik pitam. Pria bertubuh tinggi berambut cepak itu kem-duian menghentikan Danang di simpang tiga Kepek. Pelaku meneriaki korban “jangan sok jadi raja jalanan”. Tanpa ba bi bu, korban langsung dipukul. “Sebenarnya pelaku akan memukul dua kali, tapi berhasil saya tangkis,” kata Danang kemarin (4/12).
Tidak sampai di situ saja, pelaku mengintro-gasi korbannya. Dalam kesempatan tersebut pelaku juga mengaku sebagai seorang aparat keamanan. Cekcok mulut berhenti, kemudian pelaku pergi meninggalkan lokasi bersama anak kecil yang diboncengnya.
Akibat lukas yang dialami, Danang melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan kemarin se-cara resmi melapor ke polisi Polres Gunungki-dul. Dia ingin kasusnya diusut tuntas dan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. “Ciri-ciri pelaku tubuhnya tinggi besar, po-tongan cepak, kumis tipis. Dia pakai Honda Vario Tekno,” jelasnya. (gun/din/ong)