OMBAK BANYU: Pelajar sekolah dasar bermain wahana permainan ombak banyu seusai pulang sekolah di arena PMPS di Alun-Alun Utara Jogjakarta, Selasa (1/12).
JOGJA – Bagi pe nye wa stan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) wajib untuk memper-hatikan satu hal. Yakni, me-reka tak boleh menggali lubang di Alun-Alun Utara (Altar). Aturan ini berlaku untuk semua, demi menjaga kondisi Altar tetap baik.”Kalau tetap menggali lubang, kami akan black list. Tidak boleh lagi ikut Sekaten,” tandas Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian (Dis-perindagkoptan) Kota Jogja Sri Harnani, kemarin (1/12)
Dia menegaskan, larangan ini berlaku untuk semua penyewa stan. Sebab, hal tersebut sudah menjadi kesepakatan antara Pemkot Jogja, Pemprov DIJ, dan Keraton Jogja. “Sudah kami buat spesifikasi untuk bangunan-nya. Bisa menggunakan tenda,” ujar Nanik, sapaan akrabnya. Nanik menjelaskan, untuk PMPS tahun ini ada penambahan jum-lah kapling. Jika tahun lalu hanya 660 kapling saja, karena sebagian lahan untuk parkir kendaraan. Di tahun ini bertambah menjadi 834 kapling. “Kendaraan juga tidak boleh masuk,” katanya.
Larangan tersebut, menurut Nanik, diberlakukan sejak adanya revitalisasi halaman depan keraton. Mereka melakukannya untuk menjaga Altar tetap dalam kon-disi saat ini. Yakni dengan lapisan paling atas pasir khusus yang bisa menyerap genangan air hujan. Dijelaskan, luas stan reguler per kaplingnya ialah 4×5 meter, sementara stan arena permainan 16×10 meter. Meski sudah di-bagi tiap zona, namun isian stan tidak ada pengelompokan. Kecuali stan untuk arena pame-ran pembangunan, anjungan pemerintah, stan UMKM, dan panggung kesenian yang mengelompok di sisi barat ba-gian selatan.”Setiap kerusakan tidak bisa ditoleransi. Termasuk jika ada yang merusak pagar pembatas di Altar juga wajib diperbaiki saat itu juga,” pesannya.
Sebelumnya, Penghageng Tepas Dwarapura Keraton KRT Jatinin-grat menegaskan, untuk PMPS tahun ini tak lagi seperti tahun lalu. PMPS lebih mengedepankan pemberdayaan ekonomi kecil. Makanya, saran Keraton Jogja, peserta PMPS harus lebih ba-nyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).”Yang jelas, sejak awal geliat ekonomi ini hanya ikutan. Ada atau tidak (sektor ekonomi), Se-katen tetap berlangsung,” kata cucu Hamengku Buwono VIII ini.
Apalagi, menurut Ketua Pani-tia PMPS Suyana, stan di PMPS gratis. Penyewa tak akan dipungut biaya sepeserpun untuk meng-ikuti PMPS. Makanya, diber-lakukan sistem pemilihan dan prioritas khusus bagi stan yang memiliki kekhasan dengan Sekaten. “PMPS tahun ini, akan dibuka pada Jumat (4/12) sore. Pem-bukaannya akan berlangsung di sisi barat menghadap ke Masjid Gede Kauman,” ujar Suyana. (eri/ila/ong)