HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PEDULI: Mahasiswa IKIP PGRI Wates saat menggelar aksi teatrikal dan bagi-bagi bunga di simpang lima Karangnongko, Wates, kemarin (1/12).
KULONPROGO – Puluhan mahasiswa IKIP PGRI Wates yang tergabung dalam Him-punan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (Himabiko) menggelar aksi teatrikal dan bagi-bagi bunga di simpang lima Karang-nongko, Wates, kemarin (1/12). Aksi itu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia
Aksi diawali dengan duduk mem-bentuk simbol pita merah di bawah Patung Nyi Ageng Serang. Bebe-rapa di antaranya duduk dibung-kus dengan plastik sebagai simbol penderita HIV/AIDS atau ODHA (orang dengan HIV dan AIDS) yang terkungkung. Serta terdiskrimi-nasi stigma negatif masyarakat. Aksi kemudian dilanjutkan dengan tarian dance for life untuk me nyita perhatian warga dan pengguna jalan. Sementara sebagian lagi membagi-bagikan bunga di lima traffic light simpang lima Karang-nongko, Wates.
Salah satu peserta aksi Mahendra Dewi, 19, menjelas-kan, aksi ini ditujukan untuk masyarakat. Sekaligus sebagai bentuk sosialisasi dan membe-rikan pemahaman, bahwa OD-HA sama dengan warga biasa. Dengan begitu, diharapkan stigma buruk bisa dihilangkan. “Kami menyeru kepada ma-syarakat, jauhi virusnya jangan penderitanya,” jelasnya. Humas IKIP PGRI Wates Wahyu Purwadi menambahkan, aksi ini diikuti sekitar 40 mahasiswa. Kegiatan ini, juga untuk me-nyerukan kepada masyarakat agar setia kepada pasangan, dan menjauhi seks bebas.
Menurut Wahyu, HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, yang terlihat hanya puncaknya, tetapi sebenarnya sampai bawah akar-akarnya yang terdampak sangat banyak. Dengan sosiali-sasi ini diharapkan warga sadar, bahwa HIV/AIDS memang ber-bahaya. Tapi bukan berarti ha-rus menjauhi orangnya, tapi jauhi virusnya. “Kuncinya adalah cara pergaulan yang baik se-hingga penularan tidak terjadi,” ujarnya. (tom/ila/ong)