MAGELANG – Masyarakat Dusun Gledeg, Podosoko, Candimulyo Kabupaten Magelang mengadakan Saparan Merti Dusun. Acaranya berupa kirab atau arak-arakan dari tengah persawahan menuju bendungan air yang terletak di desa tetangga.
Dengan berpakaian surjan, mereka mengarak uba rampe berupa nasi tumpeng, ingkung ayam, lauk-pauk, dan buah-buahan yang ditempatkan pada beberapa ancak (alas dari anyaman bambu ). Acara kirab dipimpin Slamet Kartohajo, kaum dusun setempat. Ia didampingi Kadus Tresno Dhimas Riyadi dan Kepala Desa PodosokoWarjana, diikuti puluhan warga dusun.
Di pertigaaan Dusun Gledeg Podosoko, arakan-arakan berhenti sejenak untuk berdoa dan meletakkan sebagaian uba rampe. Kemudian uba rampe tersebut menjadi rebutan warga.
Di lokasi bendungan, para petani berdoa bersama dipimpin Slamet Kartoharjo. Tujuannya untuk menunjukkan rasa syukur pada Tuhan yang telah memberi kelimpahan berkah. Mereka juga memohon agar petani bisa bekerja dengan tenang. Termasuk dijauhkan dari hama tanaman serta diberiair yang melimpah seperti yang telah dirasakan.
KepalaDesa Podosoko Warjana mengatakan, kegiatan ini merupakan positif para petani. Ia minta kegiatan tersebut dilestarikan. Karena mengandung makna syukur pada Tuhan, juga peduli pada lingkungan hidup.
“Dengan menjaga keseimbangan lingkungan hidup, ketersediaan air untuk irigasi akan tercukupi. Petani juga yang merasakan manfaatnya, sehingga akan memperoleh hasil lebih baik,” kata Warjana beberapa waktu lalu.
Warjana yang didampingi pemerhati budaya setempat Wardoyo menambahkan, acara Saparan Merti Dusun ini merupakan budaya turun-temurun yang dilaksanakan warga Dusun Gledeg yang mayoritas sebagai petani.(dem/hes/ong)