Gunawan/Radar Jogja
BIAR KAPOK: Petugas memperlihatkan hasil tangkapan pelaku kejahatan di Mapolres Gunungkidul, kemarin (1/12)
GUNUNGKIDUL – Polisi meringkus dua kelompok penjahat yang beraksi di wilayah hukum Polres Gunungkidul. Di antara mereka merupakan residivis dan berkomplot melakukan pencurian dengan pemberatan.
Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto mengatakan, kelompok pertama berjumlah tiga orang. Masing-masing, Suwarso, 54, warga Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jabar; Carna, 26; warga Indramayu, Jabar, dan Lukman Hakim, 29, warga Kerawang, Jabar. “Mereka tertangkap petugas patroli,” kata Hariyanto kemarin (1/12).
Dia menjelaskan, penangkapan bermula saat melakukan patroli petugas mencurigai sebuah mobil Daihatsu Xenia berhenti di wilayah Kecamatan Ponjong. Tidak lama berselang, muncul mobil APV warna silver dengan plat nomor T 1386 GI.
Kecurigaan petugas semakin kuat setelah mendapati kedua kendaraan balik kanan. “Petugas mengikuti dari belakang dan memergoki mereka berhenti di toko kelontong Gunawan di wilayah Kecamatan Playen,” ujarnya.
Kendaraan berhenti dan menurunkan dua penumpang dan mencoba melakukan percobaan pencurian dengan pemberatan. Saat itu juga petugas berhamburan dan menangkap mereka.
Sementara dua pelaku lain berusaha kabur, namun berhasil ditangkap di depan Polsek Patuk. “Barang bukti yang berhasil kami sita berupa dua buah linggis, satu buah obeng, dua buah kunci leter T, dua buah kunci leter L, satu buah karung warna putih, dan satu buah gunting,” ujarnya.
Sementara kelompok maling yang lain terbilang sadis. Ketika menjalankan aksi, mereka membekali diri dengan ketapel. Mereka yang tertangkap masing-masing, Zanridu, 33, warga Desa Mudal, Temanggung, Jateng; Istofa, 35, warga Tembarak, Temanggung; dan Suhadiyanto, 29, warga Semin.
“Ternyata Gunungkidul menjadi tempat favorit pelaku kejahatan dari pelaku luar kota,” terang kapolres.
Salah seorang tersangka Suhardiyanto mengaku membawa senjata ketapel untuk menyerang masyarakat ataupun petugas yang memergoki aksinya. “Nanti kalau ada yang mendekat, saya plinteng (ketapel) agar takut,” katanya.
Akibat perbuatannya ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (gun/laz/ong)