MUNGKID – Masyarakat Dusun Kupen, Bale Agung, Kecamatan Grabag merasa cemas. Karena di wilayah tersebut muncul potensi bencana tanah longsor. Rekahan tanah memanjang 800 meter di lereng bukit. Rekahan yang munculpada musim kemarau lalu dikhawatirkan akan kemasukan air dan terjadi tanah longsor.
Kepada Dusun (Kadus) Kupen Muslih mengatakan, rekahan tanah memanjang di atas pemukiman warga. Bahkan, rekahan menerjang rumah warga dan bangunan sekolah. Pertama kali muncul, rekahan tersebut pada musim kemarau yang lalu.
“Saat ini tempat tersebut sudah dipasangi alat pendeteksi pergerakan pergeserantanah oleh UGM dan terus dipantau perkembanganya,” kata Muslih, Minggu (29/11).
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Pemkab Magelang mengimbau warga selalu waspada. Terlebih saat hujan mengguyur kawasan tersebut.
“Kondisi inimembuat kami prihatin. Mengingat di bawah rekahan ada 256 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 900 jiwa yang perlu diselamatkan,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin.
Bupati didampingi Plt Sekda Agung Trijaya dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Sujadi memantau langsung lokasi. Mereka juga menyusuri rekahan tanah yang terjadi di Desa Bale Agung.
Zaenal berharap, ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Melihat kondisi rekahan tanah yang memanjang berada di atas pemukiman, pemerintah mengimbau masyarakat selalu waspada setiap saat. Utamanya bila terjadi hujan,” katanya.
Ia memerintahkan BPBD Kabupaten Magelang mengambil langkah antisipasai kemungkinan terburuk. Harapannya, tidak terjadi korban baik harta maupun jiwa manusia. Selain mengancam Desa Bale Agung, Grabag, rekahan tanah juga mengancam warga Lereng Perbukitan Menoreh, Kecamatan Salaman. Bangunan rumah dan sekolah mengalami retak lantaran dilalui rekahan tanah.(ady/hes/ong)