JOGJA – Pgs Rektor UINN Sunan Kalijaga (Suka) Machasin mengingatkan kepada para lulusan sarjana bahwa kelulusan yang baru saja dilalui bukan sebuah akhir melainkan awal dari tujuan dari sebuah kehidupan. Karena itu, para lulusan UIN Suka harus dapat berwira usaha atau mencari kerja sesuai dengan minat dan bakatnya. Apalagi, selama ini para mahasiswa sudah diajarkan entrepreneurship melalui kegiatan perkuliahan, event pameran produk, training kewirausahaan, dan program magang di berbagai dunia usaha.
“UIN Sunan Kalijaga sudah berusaha menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi semua mahasiswa. Kini tinggal para mahasiswa menerapkanya,” kata Machasin pada acara wisuda di kampus setempat, Sabtu (28/1l).
Sebagai generasi muda, Machasin meminta kepada lulusan UIN Sunan Kalijaga tidak memiliki ketergantungan pada dunia kerja formal di pemerintahan maupun swasta. Tetapi dapat melahirkan inovasi-inovasi baru di bidang interpreneurship, menciptakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja di lingkungannya. “Sekecil apa pun usaha yang dijalankan Anda akan disebut bos. Setinggi apa pun jabatan yang Anda raih akan dianggap sebagai buruh karena ikut perusahaan orang,” terang Machasin.
Dalam kesempatan itu, Machasin mewisuda 570 orang sarjana. Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik 2015/2016 dilaksanakan 2 kali, yakni Jumat (27/11) ada 318 orang diwisuda pada Sabtu (28/11) sebanyak 570 orang diwisuda. Sehingga, jumlah seluruhnya sebanyak 888 orang.
“Jumlah tersebut terdiri dari 1 orang lulus D3, 775 orang lulus Sarjana (S1), 100 orang lulus Magister (S2), 12 orang lulus Doktor (S3),” paparnya.
Dari data yang dimiliki UIN Suka jumlah lulusan mencapai 49.154 orang orang, 475 orang diantaranya bergelar Doktor, dan 3.555 orang bergelar Magister. Sepanjang 2015 mahasiswa UIN Suka yang diwisuda mencapai 3.774 orang. Disisi lain, dari jumlah wisudawan tersebut 4 orang diantaranya berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik dan tercepat.
Mereka ialah Lutfi Rahmatullah dari Prodi Agama dan Filsafat Pascasarjana dengan IPK 3,97, Khusnul Hidayah dari Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dengan IPK 3,84, Sokhip Mahfudin dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dengan IPK 3,76, Qoniul Mu’azizah dari Prodi Biologi, Fakultas Saintek, dengan IPK 3,76.
“Indeks prestasi wisudawan, 61,16% wisudawan lulus dengan IPK antara 3,00-3,50, dengan predikat sangat memuaskan, 30,45% wisudawan lulus dengan IPK antara 3,51-4.00, dengan predikat cumlaude dan hanya 8,39% yang mendapat IPK 2,50-2,99 (memuaskan),” jelasnya. (mar/ong)