HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
EVAKUASI: Warga Borosuci, Banjarasri, Kalibawang membuka akses jalan Kalibawang-Samigaluh dibantu polisi, TNI, Tagana dan relawan, kemarin.
KULONPROGO – Bencana tanah longsor menerjang Dusun Borosuci, Banjarasi, Kalibawang, Kulonprogo, Minggu (29/11) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun satu keluarga terpaksa harus diungsikan. Jalan penghubung Kecamatan Kalibawang-Samigaluh juga sempat tertutup longsoran. Sri Wijayanti, 50, warga Borosuci mengungkapkan, longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, diawali hu-jan dengan intensitas tinggi dan lama. Saat kejadian, ia tengah berada di dalam rumah dan sempat mendengar suara gemuruh tanah longsor.”Kebetulan rumah saya hanya ber-jarak sekitar 10 meter, tepat di bawah titik longsor. Saat kejadian kondisi-nya juga gelap karena listrik padam sejak sore, saya sempat ketakutan,” ungkapnya kemarin (30/11).
Dalidi, suami Sri Wijayanti, me-nambahkan, begitu mendengar te-riakan sang istri, ia bangun dari tidur dan lari keluar rumah memantau keadaan. Saat itu ia melihat mate-rial tanah longsoran sudah menutup jalan. Takut ada longsor susulan, mereka kemudian mengungsi ke tempat saudaranya yang lebih aman.”Longsor serupa sebetulnya pernah terjadi awal tahun 2014 lalu, bahkan lebih besar dari ini. Karena khawatir ada longsor susulan, tadi malam saya mengungsi ke tempat adik saya, pagi tadi balik lagi ke rumah karena kondisinya sudah aman,” katanya.
Janurdi, 59, warga Dusun Munggang Wetan, Sidoarjo, Samigaluh, menu-turkan, jalan yang sempat tertutup tanah longsor ini sangat vital, biasa dilalui anak sekolah dan masyarakat yang hendak pergi ke pasar. “Sebe-tulnya ada jalan lain, tapi jauh memu-tar lewat Pucung Dekso dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer,” tuturnya.
Kapolsek Kalibawang Kompol Joko Sumarah menjelaskan, warga dibantu relawan sempat mencoba membuka akses jalan agar bisa dila-lui sore itu juga. Namun karena kondisi gelap dan hujan belum reda, aktivitas itu akhirnya dihentikan. Polisi kemudian memasang police line sebagai tanda jalan ditutup se-mentara. “Sore itu warga sempat mencoba membuka jalan, namun kondisi tanah yang labil menye-babkan longsor susulan masih terus terjadi kendati kecil. Gotong royong akhirnya dihentikan se-kitar pukul 21.00 WIB. Warga yang tinggal tepat di bawah titik longsor, juga kami minta meng-ungsi,” jelasnya.
Proses evakuasi kemudian di-lanjutkan Senin (30/11) pagi. Sedikitnya 40 orang dilibatkan untuk membuka akses jalan Kalibawang-Samigaluh yang sempat tertutup material tanah sejauh 15 meter itu. Warga kali ini dibantu anggota TNI/Polri, relawan Jajaran Progo Menoreh (JPM) dan Tagana (Taruna Sia-ga Bencana). “Jalan kini sudah berhasil ter-buka dan terkoneksi kembali. Jalan ini cukup vital, warga Sa-migaluh atau Kalibawang harus memutar sejauh kurang lebih 10 kilometer melalui Dekso jika jalan ini tertutup,” imbuhnya.
Menurut Kompol Joko, ben-cana longsor dipicu kemarau panjang yang telah menyebab-kan rekahan tanah, sehingga sangat labil saat diguyur hujan dengan intesitas tinggi dan lama. Sejauh ini belum ada kejadian longsor yang mengancam pe-mukiman warga.”Hanya di sini satu rumah sem-pat terancam. Pada kesempatan ini saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terlebih saat terjadi hujan lebat dan lama. Lebih baik mengungsi untuk mengamankan diri jika sudah melihat tanda-tanda,” harapnya. (tom/laz/ong)