RIZAL SN/RADAR JOGJA
TKP: Lokasi Kampus AKRB di Jalan Janti, Karangjambe, Banguntapan, Bantul dipasang police line.
BANTUL – Kawasan Jembatan Janti, Bantul, patut diwaspadai. Masih segar dalam ingatan kita, peristiwa perampokan penjual ang-kringan cantik Eka Mayasari, 27, pada Mei 2015 lalu. Senin (30/11) sekitar pukul 07.00 WIB kemarin, giliran seorang office boy merangkap penjaga malam ditemukan tewas dengan luka penganiayaan
Korban atas nama Witarno, 36, warga Borobudur Magelang itu tewas saat sedang bertugas jaga di kampus Akademi Ko-munikasi Radya Binatama (AKRB) Jalan Janti, Karang-jambe, Banguntapan, Bantul. Diduga kuat, korban merupakan korban perampokan.
Kapolres Bantul AKBP Dadiyo yang terjun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) menga-takan, kuat dugaan korban tewas karena luka penganiayaan di bagian kepala. Korban di temukan dalam kondisi meninggal dunia dengan bagian tubuh ter-telungkup pada pukul 07.00 WIB. “Ada luka di bagian kepala, ka-rena terkena benda tumpul,” katanya kepada wartawan di kampus AKRB.Dari hasil olah TKP, diketahui uang sebesar Rp 4 juta yang di-simpan di dalam brankas kam-pus hilang dibawa pelaku. ” Informasi dari pihak kampus, uang yang hilang sebesar itu (Rp 4 juta),” ungkapnya.
Saat melakukan olah TKP, pe-tugas menduga pelaku masuk melalui dinding bagian belakang. Itu terbukti dari sebuah lubang yang terlihat terbuka di sisi se-latan bangunan. “Masih olah TKP, pendalaman lebih lanjut untuk menentukan masuknya lewat mana, tapi faktanya di bagian belakang ada dinding yang dijebol,” ungkapnya.
Posisi korban, kata Kapolres, berada di sebuah ruangan di dalam kampus. Petugas juga mengaman-kan kasur lipat, bantal, dan selimut korban dengan bercak darah. Petugas masih melakukan pen-dalaman untuk mengungkap motif dan pelakunya. “Kasus ini masih kami dalami, mudah-mudahan keberadaan CCTV bisa menjadi petunjuk,” ujarnya. Saksi-saksi juga masih dalam pemeriksaan. Bukti-bukti juga masih dicari. “Karena saat di-temukan, korban berada di dekat tempat tidur, dan banyak bercak darah,” ujarnya.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian banyak masyarakat yang melintas di Jembatan Jan-ti. Mereka berkumpul sejak pagi untuk melihat evakuasi jenazah korban. Banyak di an-tara mereka yang mengambil gambar dengan ponselnya. Sementara itu, untuk kepen-tingan penyelidikan oleh polisi, pihak kampus mengambil ke-bijakan untuk meliburkan pro-ses pembelajaran hingga satu pekan ke depan.”Iya kampus memberi tahu, kaprodi yang mengumumkan kalau diliburkan seminggu. Se-nin depan (7/12) baru masuk,” kata Dita, 20, salah satu mahasiswi AKRB kepada Radar Jogja.
Selain melalui pesan singkat, pemberitahuan juga disampai-kan langsung kepada para ma-hasiswa yang masih berkumpul di depan kampus. “Langsung ngomong ke mahasiswa, karena ada kejadian ini. Masih ada penyelidikan, menunggu dari kepolisian juga tadi,” ungkapnya.Melihat kondisi tersebut, dia hanya bisa pasrah. Padahal Dita menyebut sedang banyak tugas yang harus dikerjakan. “Ada banyak yang tertinggal. Harusnya masuk hari ini ( kemarin), jadi nggak masuk,” ungkapnya. (riz/jko/jiong)