BERWISATA:Tim jurnalis SD Pangudi Luhur Jogja berkunjung ke Gedung Agung Jogjakarta belum lama ini.
MENGHILANGKAN bosan dengan suasana belajar di kelas, Tim Ekspresi mengajak teman-te-man ekstrakurikuler jurnalistik SD Pangudi Luhur (PL) Jogjakarta untuk belajar di luar kelas (19/11). Kali ini te-man-teman jurnalistik SD Pangudi Luhur diajak untuk mengunjungi salah satu dari lima Istana Presiden di Indonesia yakni Istana Kepresidenan Jogja-karta atau Gedung Agung.Letaknya yang tak jauh dengan sekolah, tim berjalan santai me-nuju lokasi.
Bukan hanya jalan-jalan, kali ini mereka punya tugas melakukan liputan di Istana Kepre-sidenan yang minggu sebelumnya materi liputan tersebut sudah di-sampaikan di ruang kelas. Dipandu protokoler Istana Ke-presidenan Jogjakarta, Banu Setiawan, teman-teman jurnalis SD Pangudi Luhur diajak ber-keliling di lokasi seluas 43.585 meter persegi tersebut. Kunjungan diawali foto bersama di depan gedung utama Istana Kepresidenan. “Foto dulu biar seperti menteri-menteri di buku sejarah,” kelakar Banu.
Tim diajak menyusuri beberapa gedung yang ada di Istana Ke-presidenan. Seperti Ruang Garuda yang merupakan ruangan resmi menerima tamu kenegaraan, Ruang Diponegoro yang diper-gunakan untuk para tamu yang bersifat umum, ruang pertemuan para menteri ruang makan, ruang kesenian, dan masih banyak lagi. “Ini kali pertama aku berkunjung ke rumah presiden, orang nomor satu di Indonesia. Ternyata rumah presiden besar sekali, bersih dan sangat tertata. Dari kunjungan ini aku jadi tahu gambaran dari keseharian seorang presiden se-bagai pemimpin negara,” ungkap Kimiko Dewley Fidelin siswi kelas 4 SD Pangudi Luhur Jogjakarta.
Bukan hanya itu saja saat ber-kunjung ke Istana Kepresidenan tim Jurnalis SD Pangudi Luhur juga berkesempatan masuk ke museum Istana Kepresidenan yang menyimpan koleksi kene-garaan dan sejarah presiden dan wakil presiden Indonesia pertama hingga sekarang. Juga mampir ke perpustakaan untuk mem-baca berbagai koleksi buku ke-presidenanan.
Kunjungan berakhir di Kom-pleks Seni Sono yang berfungsi sebagai tempat untuk penyeleng-garaan acara-acara seremonial dan menyimpan koleksi benda-benda seni. Keasyikan dengan keliling Istana Kepresidenan sem-pat membuat lupa tugas liputan mereka. Akhirnya di tempat terakhir kunjungan mereka memberon-dong pemandu dengan banyak pertanyaan. “Mengapa Istana Ke-presidenan bercat putih?” salah satu pertanyaan yang diutarakan oleh Theodora RachitaNonika Zega kepada petugas protokoler.
Belum puas rasanya berkunjung mengelilingi Istana Kepresidenan Jogjakarta. Namun waktu sudah menunjunkkan pukul 15.00 WIB, yang artinya waktu kunjung telah habis.Semoga dapat berkunjung ke museum lainnya. Sekaligus bela-jar untuk mengenal sejarah dan belajar liputan. (rin/iwa/ong)