SETIAKY/Radar Jogja
SLEMAN – Kerukunan warga Indonesia berada di titik nadir. Perbedaan yang seharusnya menjadi faktor perekat, malah jadi alasan untuk berkonflik. Kondisi ini menjadi perhatian Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat hadir dalam pengajian di Ponpes Ora Aji, Dusun Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, kemarin (29/11).
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mengungkapkan, dengan potensi berbagai perbedaan, hal tersebut mudah dimasuki isu perpecahan. Apalagi, jika ada kepentingan asing masuk. Itu, kian memperbesar konflik antarwarga.
“Jangan lihat dari perbedaannya. Perbedaan itu sebuah warna dalam bingkai Indonesia,” tutur Panglima TNI di hadapan jamaah pengajian milad ke-3 ponpes tersebut.
Gatot lebih lanjut mengatakan, semua masyarakat harus bersama-sama membangun persatuan. Sebab, kebersamaan dan persatuan ini yang menjadi modal untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan.
Perbedaan, lanjutnya, di semua hal ada. Tak hanya dalam beragama. “Di Islam ada NU dan Muhammadiyah. Kristen juga ada perbedaan,” katanya.
Ancaman perpecahan, menurut Gatot, memang harus mendapatkan perhatian. Bukan hanya pejabat dan elite bangsa. Semua elemen bangsa harus bersama-sama menjaga keutuhan bangsa.
Pengasuh Ponpes Ora Aji Mifta’im An’am atau yang populer dipanggil Gus Miftah mengajak masyarakat tidak terkotak-kotak. Adanya perbedaan pun bukan untuk saling menyalahkan. Tapi, hal itu baik untuk menjaga keutuhan.
“Di facebook ada yang mengklaim saat ini Indonesia darurat syiah dan wahabi. Saya tegaskan, yang ada adalah darurat kerukunan,” tandas Gus Miftah.
Ia mengatakan, apa yang disampaikan Panglima TNI adalah wujud untuk menjaga kerukunan. Umat Islam pun wajib hukumnya menjaga ukhuwah Islamiyah. “Kerukunan merupakan kewajiban dalam hal muamalah,” katanya.
Mantan Ketua MPR Amien Rais yang juga hadir dalam pengajian ini juga mengatakan hal senada. Dikatakan, kekuatan asing kini mengancam keutuhan bangsa. Sebagai anak bangsa pun, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.
“Semua hal yang bisa memecah belah, pasti akan diekspose. Jadi harus bersama-sama menjaga keutuhan bangsa,” imbuh Amien yang datang bersama puteranya, anggota DPR RI Hanafi Rais.
Amien pun memperlihatkan adanya banyak indikasi itu. Seperti isu syiah, wahabi, dan banyak lain yang akan berpengaruh terhadap kerukunan beragama. (eri/laz/ong)