JOGJA – Para kepala dinas di Kota Jogja tak perlu khawatir bakal kecapekan saat bertugas. Tahun depan, mereka bakal mendapatkan kendaraan baru.
Nantinya, mobil Toyota Kijang Innova disiapkan untuk menggantikan kendaraan sebelumnya, Kijang Kapsul.
Kepala Dinas Bangunan, Gedung, dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja Hari Setyawacana mengatakan, peremajaan mobil dinas (mobdin) bagi para camat selesai tahun 2016. Selain itu, pada tahun depan ada tiga unit yang semuanya untuk mobdin jabatan.”Masing-masing dialokasikan Rp 270 juta,” kata Hari, kemarin (16/11).
Hari melanjutkan, proses pengadaan atau peremajaan kendaraan dinas jabatan atau mobil bagi pejabat di pemkot bakal berakhir tahun depan. Selanjutnya, DBGAD Kota Jogja akan fokus meremajakan kendaraan operasional.
Pengadaan mobil dinas para pejabat tersebut sudah dilakukan sejak 2012. Mulai dari jajaran kepala dinas hingga para camat yang ada di Kota Jogja.
“Peremajaan itu untuk mengganti kendaraan yang sudah ada, karena berusia tua dan tidak efisien. Jadi tidak menambah,” imbuh Hari.
Sedangkan untuk peremajaan, Hari menegaskan tidak semuanya. DBGAD memastikan hanya mobdin yang berusia di atas 11 tahun dan membutuhkan biaya perawatan yang tinggi.
“Peremajaan kendaraan itu pun demi efisiensi anggaran,” tandasnya.
Untuk mobdin kadin, seluruhnya akan ganti dengan Kijang Inova keluaran terbaru. Seluruh jenis kendaraan bermotor tersebut selalu disesuaikan dengan ketentuan jabatan.
“Mobil yang dulu digunakan sebagai kendaraan jabatan, kemudian dialihkan menjadi mobil operasional,” katanya.
Khusus kendaraan yang sudah membutuhkan biaya perawatan tinggi, pihaknya akan melakukan penghapusan. Semua itu untuk efisiensi anggaran. “Kalau sudah tidak layak, ya dihapus,” tuturnya.
Tahun ini, sesuai rencana, sisa kebutuhan mobil dinas akan dianggarkan. Tiga unit dengan anggaran sebesar Rp 270 juta untuk pengadaan enam mobil operasional. Pengadaan paling banyak justru melalui anggaran perubahan pada tahun ini yang mencakup enam unit kendaraan jabatan dan tujuh unit kendaraan operasional.
Ia menambahkan, pihaknya sengaja melakukan pengadaan secara bertahap, agar tak membebani anggaran. Selain itu, batas usia kendaraan pada tiap instansi juga bervariasi. Meski demikian, berakhirnya peremajaan mobil dinas jabatan tersebut, justru memudahkan pemetaan kendaraan sesuai kebutuhan.
“Berbarengan dengan tahun depan, mobil operasional akan diperkuat. Mulai dari pendukung angkutan sampah, mobil jenazah, ambulan, maupun kendaraan untuk mendukung kinerja instansi,” terangnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Suwarto menyarankan, pemkot seharusnya tidak sekadar membeli kendaraan baru. Melainkan memetakan kondisi kendaraan dinas maupun operasional yang sudah ada.(eri/hes/ong)