Hendri Utomo/Radar Jogja
ENTASKAN KEMISKINAN: Gubernur DIJ Sultan HB X menyerahkan bantuan untuk program pengentasan kemiskinan dalam Kemah Kebangsaan di Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, kemarin.


KULONPROGO – Karang taruna digadang menjadi wadah para pemuda untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka kemiskinan. Banyak hal kecil dan sederhana yang bisa dilakukan, namun bisa menggali potensi lokal dan mampu menggerakkan perekonomian di sekitarnya.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Karang Taruna DIJ GKR Condrokirono saat menghadiri Kemah Kebangsaan Karang Taruna DIJ di Lapangan Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo kemarin (28/10).
“Bisa mencoba membuka lapangan kerja, contohnya banyak, Goa Pindul di Gunungkidul itu juga ada peran dari karang taruna,” terang Condrokirono.
Dikatakan, di DIJ ada sekitar 30-40 persen organisasi karang taruna yang tidak aktif. Sementara generasi muda perlu lebih dimotivasi agar mampu mengaktifkan kembali kegiatan karang taruna di wilayah masing-masing. Para pemuda diharapkan mampu membangun Indonesia menjadi negara yang lebih baik.
“Sebagai generasi penerus, pemuda dituntut membuktikan komitmen dan kompetensinya dengan ikut berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut Condrokirono, adanya beberapa kendala dalam mengembangkan karang taruna karena banyaknya karang taruna yang tidak aktif. Kemah kebangsaan ini juga dilaksanakan rutin setiap tahun demi merangkul kembali pengurus maupun anggota karang taruna yang mati suri.
“Dengan melihat karang taruna lain yang aktif, mereka diharapkan termotivasi untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemah kebangsaan tahun ini melibatkan 400 peserta dari perwakilan berbagai karang taruna, taruna siaga bencana (tagana), pramuka, serta pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-DIJ.
Digelar tiga hari, perwakilan pemuda dari 34 provinsi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Indonesia juga terlihat aktif. “Semua komponen pemuda ini akan melakukan kerja-kerja sosial bersama masyarakat Desa Banyuroto dan sekitarnya, dalam rangka pengentasan kemiskinan dan kerawanan sosial lainnya,” katanya.
Gubernur DIJ Sultan HB X berharap, karang taruna bisa berperan signifikan dalam menggerakkan upaya pengembangan desa di DIJ. Desa membutuhkan sentuhan generasi muda yang aktif dan mau membangun desanya.
Kontribusi nyata bukan hanya berbentuk dinamika retorika tapi juga sumbangsih nyata.
” Meski bentuknya kecil, punya pengaruh yang bisa menggerakkan potensi desa,” ujarnya.
Bupati Kuloprogo Hasto Wardoyo mengamini, agenda tahunan ini bisa meneguhkan posisi karang taruna dalam ikut mengurai permasalahan bangsa berkaitan dengan nasionalisme dan kepedulian sosial sesama generasi bangsa.
Dalam kesempatan itu, juga diserahkan sejumlah bantuan untuk pengentasan kemiskinan, di antaranya program bedah rumah, bantuan 100 ekor sapi. (tom/laz/ong)