DIAM-diam Sri Surya Widati memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan batu mulia. Secara khusus mantan bupati Bantul ini mengingatkan para penggemar akik.
“Setelah memakai akik jangan lantas menjadi syirik. Jangan sampai akik yang dipakai terus dikeramatkan,” ungkap Ida sapaan akrabnya saat membuka pameran dan kontes batu mulia nusantara di Pyramid Jalan Parangtritis, Bantul, (1/9). Tampak ikut mendampingi pemilik Pyramid Hans Purwanto dan pemerhati batu mulia RM Acun Hadiwidjojo.
Pameran berlangung selama delapan hari mulai Senin (1/9) hingga Sabtu (8/9). Sedangkan kontes berlangsung pada Minggu (9/9). Kontes memperebutkan trofi Sri Surya Widati. Pemenang kontes disediakan trofi, piagam, dan uang pembinaan. Kontes terselenggara berkat kerja sama Alpha Bravo Enterprise, Pyramid, Jawa Pos Radar Jogja, dan Asosiasi Penyelenggara Pameran Pedagang dan Penggemar Batu Akik Yogyakarta (AP3Y)
Konstes dibagi menjadi empat kategori. Yakni kelas batu badar, kristal, anggur dan kelas batu nogosuwi. Kategori badar antara lain dibagi menjadi tumbuhan dan pemandangan, tokoh, orang, huruf, dan angka, hewan, serta benda.
Kategori kristal terdiri tumbuhan dan pemandangan, tokoh, orang,huruf, dan angka, hewan, serta benda plus kelas junjung drajat. Untuk kategori anggur terdiri anggur merah, putih, kuning dan biru, batu phyrus, batu kecubung dan batu umum. Nogosuwi dibagi menjadi kelas classic dan multi warna. (kus/ila/ong)