SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
TERAMPIL: Sejumlah anggota Pramuka menunjukkan keterampilannya saat peringatan HUT ke 54 Pramuka di Lapangan Denggung, Sleman kemarin (14/8).
SLEMAN- Sejumlah anggota Pramuka unjuk kebolehan dalam peringatan HUT ke 54 Pramuka di Lapangan Denggung, Sleman kemarin (14/8).Anggota Saka Bhayangkara Sleman menunjukkan kekom-pakannya senam borgol. Itulah gerakan taktis polisi menyergap penjahat. Gerakan itu ternyata mampu memukau penonton yang menyaksikan. Seperti sebutannya, gerakan-ger-akan yang dipertontonkan memang berupa teknik untuk menyergap penjahat dan memborgolnya. “Itu gerakan baku standar polisi. Memang bagian dari seni bela diri,” tutur Kanit Bintibmas Polres Sleman Ipda Sriyati, yang antusias menga-mati penampilan anak asuhnya
Ada gerakan menangkis puku-lan dengan tangan kiri atau ka-nan, hingga menyerang penjahat dengan memukul tepat pada bagian ulu hati. Gerakan itu un-tuk melemahkan musuh yang melawan saat akan diborgol. Dua belas gerakan lalu lintas pun cukup menghibur hadirin. Mulai isyarat stop untuk semua jurusan, jalan ke kanan atau kiri, hingga tanda hati-hati. Se-perti halnya senam borgol, senam lalu lintas diperagakan dengan kompak dan apik.
Saka Wira Kartika pun unjuk gigi di hadapan para pegiat pramu-ka se-DIJ. Pramuka binaan TNI AD itu mempertontonkan semua gerakan menggunakan senjata. Laras panjang dan pistol. Mulai memegang, mengokang, mem-bidik, sampai menyarungkan kembali senjata di tempatnya. Lagi-lagi, kekompakan regu yang terdiri atas penegak pu-tera dan puteri memukau hadi-rin yang memadati lapangan. Apalagi, saat yang bersamaan, sebagian anggota tim unjuk gigi gerakan rapling (turun dengan tali) dari dinding bambu keting-gian lima meter.

Butuh Lebih Disosialisasikan

Upacara dalam rangka mem-peringati Hari Pramuka di La-pangan Denggung ini dihadiri ratusan anggota Pramuka dari seluruh Kwartir Cabang di Jog-jakarta. Mengangkat tema Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-54, upacara ini sekaligus men-sosialisasikan kegiatan Pramu-ka ke masyarakat.Hal ini diakui Ketua Kwarda DIJ GKR Pembayun sebagai salah satu langkah untuk menarik para remaja mengikuti kegiatan Pramu-ka. Tidak dapat dipungkiri, Pramu-ka sempat sepi peminat ketika dihapuskan dari kurikulum, se-hingga tidak menjadi wajib.
Se-bagai ketua Kwarda, putri sulung Sultan HB X ini bersama kakak-kakak teladan akan terus beru-saha mensosialisasikan Pramuka.”Selama ini image yang sudah melekat di masyarakat Pramuka itu hanya nyanyi-nyanyi dan tali temali. Padahal kan bukan itu saja. Banyak pelajaran yang kita dapat dari Pramuka,” kata Pembayun. Menurutnya, Pramuka itu tempat untuk berlatih dan berpendidikan. Jika para orang tua ingin anak-anaknya lebih mencintai Indone-sia, Pramuka bisa menjadi sarana. Kegiatan yang dilakukan pun po-sitif untuk character building.”Yang kita butuhkan saat ini adalah kesadaran para orang tua dan anak-anaknya bahwa banyak hal positif yang didapat kalau ikut Pramuka. Harus lebih banyak sosialiasi,” lanjut Pem-bayun. (yog/mg2/din)