JOGJA – Lama tak terdengar, bahaya minuman keras (miras) oplosan kembali merenggut nyawa. Tiga warga Kota Jogja yakni PR, 50; AP, 24; dan YP, 23, meninggal dunia secara beruntun setelah pesta miras oplosan
Dari tiga korban itu, satu di antaranya adalah pegawai Ke-jaksaan Negeri (Kejari) JogjaAdalah PR, 50 yang merupakan pegawai Kejari Jogja ini. Dia me-ninggal dunia Senin (10/8), di-duga karena mengonsumsi miras oplosan bersama dua rekannya AP dan YP yang merupakan war-ga Mergangsan, Kota Jogja.Berdasarkan informasi Radar Jogja, sebelum akhirnya mening-gal, ke-3 korban melakukan pesta miras oplosan di tepi Kali Code, daerah Mergangsan, Kamis malam (6/8).
Tiga hari usai pesta miras, korban PR mengeluh sakit perut kemudian dibawa ke RSUD Jogja, Minggu (9/8). Setelah sempat menjalani pe-rawatan, korban PR meninggal dunia pada Senin (10/8) pukul 15.00. Nasib yang sama dialami korban AP. Awalnya, AP mengeluh perutnya sakit. Kemudian ia menjalani perawatan di RS Ra-jawali. Hal yang sama dirasakan YP. Pada hari yang sama, Minggu siang (9/8), dia juga merasa kesakitan, kemudian dilarikan ke RSUD Jogja untuk menda-patkan pertolongan.
Namun upaya tim medis tak berhasil. YP meninggal dunia pada Ming-gu pukul 12.00, disusul korban lain AP yang meninggal pukul 23.30. Kapolresta Jogja Kombes Pol Pri Hartono EL melalui Kasatres-krim Kompol Heru Muslimin membenarkan terjadinya peris-tiwa itu. “Diduga para korban mengonsumsi alkohol yang di-campur dengan minuman ring-an,” kata Kompol Heru Muslimin kemarin (12/8).Terpisah, Direktur Utama RS Jogja Tuty Setyowati mengatakan, saat para korban dibawa ke RSUD Jogja, kondisinya sudah dalam keadaan kritis. “Para korban sempat dibantu dengan alat pernapasan, tapi tidak bisa,” kata Tuty.
Tuty tidak mengetahui secara detail apa yang membuat para korban kritis. Sebab, saat dibawa ke rumah sakit, kondisi jantung-nya sudah kritis. Keluarga korban juga meminta jezanah dimandikan di rumah duka. “Penyebab persis-nya kami tidak tahu,” kilah Tuty.Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIJ Zulkardiman SH membenarkan ada pegawai Ke-jari Jogja yang meninggal Senin lalu. Hanya saja, ia tidak menge-tahui secara pasti apa penyebab kematian koleganya itu. “Iya, meinggal. Namun kami tidak tahu penyebabnya,” ujar Zulkar-diman. (mar/jko/ong)