JOGJA – Keinginan Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, agar penataan Alun-Alun Utara (Altar) selesai sebelum 17 Agustus nanti, langsung direspons Pemprov DIJ. Kemarin (28/7), Sekretaris Provinsi DIJ langsung mengum-pulkan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemprov, untuk secara khusus membahas pe-nataan Altar.Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIJ Sigit Haryanta mengatakan, sesuai dengan surat yang dilayangkan Gubernur DIJ, supaya Altar bisa diresmikan sebelum 17 Agustus 2015, perlu didukung semua SKPD. Untuk kepentingan ini, Dishubkominfo mendapat tugas penataan moda transportasi di kawasan Altar.Untuk itu dalam 1-2 hari ke depan, Dishubkominfo DIJ segera berkoordinasi dengan Dishub Kota Jogja. “Prinsip, Alun-Alun Utara tidak boleh digunakan untuk parkir,” ujar Sigit kemarin (28/7).Sigit menjelaskan, penataan transportasi di kawasan Altar, nantinya akan mengatur tentang larangan bus masuk ke dalam kawasan keraton atau yang di-kenal jeron beteng. Menurut dia, hal itu perlu didukung regulasi, apakah nantinya bus hanya di-izinkan drop off penumpang, kemudian bergerak ke tempat parkir, atau seperti apa.”Juga perlu diatur tentang bagaimana jika ada tamu VIP keraton yang menggunakan bus,” tandasnya.Selain itu, juga perlu diatur tentang kendaraan reguler, se-perti becak atau andong, yang biasa lewat di kawasan Altar. Termasuk di antaranya ken-daraan shuttle wisata Keraton Jogja ‘Si Thole’, yang menurut Sigit, juga perlu diatur dengan regulasi supaya tidak semrawut. “Si Thole perlu satu regulasi, supaya berkembang namun te-tap teratur,” ujarnya.Menurut mantan Kepala Biro UHP Setprov DIJ tersebut, dengan pemindahan parkir Altar ke Taman Parkir Ngabean maupun Senopati, membuat akses wisatawan ke keraton maupun Malioboro tambah jauh.Sehingga, Sigit menilai, se-benarnya dengan berjalan kaki atau memanfaatkan kendaraan tidak bermotor lebih relevan. “Saya belum bicara strategisnya, tapi ini yang akan jadi arahan pembicaraan dengan kota (Pem-kot Jogja),” jelasnya.Selain penataan transportasi, yang penting dari proses pe nataan Altar adalah pemindahan PKL. Terkait hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Rani Sjamjinarsi menjelaskan, pihaknya sudah merampungkan sebagian pem-buatan gerobak semi permanen untuk PKL. Diakuinya, untuk pem-bangunan infrastruktur di Altar memang belum selesai sepenuh-nya. “Seperti untuk urusan kebudayaan, yaitu rehab bangu-nan pekapalan yang berada di sebelah barat Altar, masih dalam proses pengerjaan. Tapi se bagian infrastruktur yang sudah selesai, bisa segera dimanfaatkan,” ujar-nya.Terpisah, Kepala Dinas Ke-tertiban (Dintib) Kota Jogja Nur-widi Hartana mengatakan, pe-nertiban Altar baru akan di-lakukan hari ini (29/7). Sebe-lumnya pihaknya sudah me-lakukan persiapan dengan melibatkan lintas instansi, ter-masuk mengirimakn surat ke berbagai pihak di Altar, termasuk komunitas parkir maupun PKL.Dirinya menegaskan, di dalam Altar harus bebas dari kegiatan parkir maupun PKL. Itu sesuai kesepakatan bersama antara Pemkot Jogja, Pemprov DIJ dan keraton. “Yang jelas besok Rabu sudah harus bersih,” tegasnya. (pra/jko/ong)