JOGJA – Meski Kota Jogja tak masuk dalam salah satu sasaran operasi pasar (OP) Kementerian Perdagangan, pemkot tidak mengadakan OP. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian (Disperindagkoptan) memastikan sampai Lebaran tak ada OP.
“Harga di pasaran masih stabil,” ujar Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja Suyana akhir pekan lalu. Ia mengungkapkan, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pihaknya sampai Lebaran nanti lebih memonitoring.
Monitoring untuk pergerakan harga kebutuhan pokok maupun kualitas barang-barang yang diperjualbelikan. “Stok beras, sayuran, dan kebutuhan pokok masih sangat cukup,” tegas mantan Kepala Dinas Pengelolaan Pasar ini.
Beberapa komoditas, dari hasil pengamatan TPID, malah mengalami penurunan. Salah satunya adalah beras yang kini harga di pasaran Rp 9.850. Sebelumnya, beras dengan kualitas premium ini masih berkisar Rp 10.500 per kilogram. Harga beras kualitas medium, turun menjadi Rp 9.200 dari Rp 9.500 per kg.
Penurunan harga ini, menurut Suyana, karena stok aman. Panen warga juga beberapa sudah terjadi. Seperti di Kulonprogo dan Bantul yang menjadi lumbung beras DIJ. “Panennya juga berkualias. Jadi, hasilnya cukup baik,” tambahnya.
Selama ini komoditas-komoditas bahan pokok itu, menurut Suyana, bisa terpantau di Pasar Beringharjo. Ini karena pasar terbesar di DIJ itu masih menjadi tempat bertemunya pedagang besar. “Beras, ayam, tepung, dan kebutuhan penting lain biasanya dari Beringharjo.” Ujarnya.
Dari pengamatan pihaknya, harga yang berpeluang mengalami kenaikan adalah ayam dan daging sapi. Sebab, menjelang Lebaran permintaan akan ayam dan daging sapi bakal mengalami peningkatan signifikan.
Inilah yang harus diperhatikan konsumen. Agar mereka berhati-hati dengan kemungkinan adanya peredaran ayam tiren. “Sebaiknya mengecek dengan benar,” tambahnya.
Kepala Bulog Divre DIJ Langgeng Wisnu Adinugroho mengungkapkan, pihaknya masih memiliki ketersediaan beras hingga lima bulan ke depan atau mencapai 21.188 ton. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Disperindagkoptan DIJ guna kesiapan menggelar operasi pasar beras.
“Berapa pun permohonan dari tiap daerah untuk operasi pasar, maka Bulog DIJ siap mendistribusikan. Namun jika tidak ada permintaan, maka operasi pasar tidak akan dilakukan,” katanya.
Ia menambahkan, panen raya di beberapa daerah lumbung padi sangat bagus. Makanya, ia optimistis harga beras di pasaran tak akan mengalami kenaikan signifikan. “Kecenderungannya malah stabil,” tandas pejabat yang berasal dari Surabaya ini. (eri/lazong)