JOGJA – Tidak lama lagi ter-sangka dugaan korupsi hibah PBVSI, Iriantoko Cahyo Dumadi segera menjalani persidangan. Kemarin (16/6), jaksa telah mendaftarkan berkas perkara ketua KONI Jogja ini ke Pengadi-lan Tipikor Jogja. Pelimpahan tersebut dilakukan, setelah jaksa peneliti menyatakan berkas Iriantoko telah lengkap. Ini telah dilakukan tahap dua, pekan lalu.”Berkas Iriantoko sudah didaftar-kan tadi pagi (kemarin),” kata Kasi Pidsus Kejari Jogja Aji Prasetyo SH.Sama seperti tersangka Wahyono Haryadi, jaksa juga tidak melakukan penahanan terhadap Iriantoko. Alasannya, Iriantoko dinilai bersi-kap koperatif selama menjalani pemeriksaan saat penyidikan. Se-lain itu, uang hasil korupsi telah dikembalikan ke kas daerah.”Kebetulan, saat ini tersangka sedang sakit,” imbuh Aji.Bastary Ilyas, Penasihat Hukum tersangka Iriantoko mengatakan, tim pembela belum menerima pemberitahuan mengenai pelim-pahan berkas kliennya ke Penga-dilan Tipikor. Namun, ia memas-tikan kliennya siap mengikuti proses persidangan. “Kapan pun kami siap mengha-diri dan mengikuti persidangan-nya,” tegas Bastary. Seperti diketahui, Kejari Jogja me-nyidik dugaan korupsi hibah bola voli Yuso senilai Rp 537,4 juta. Dalam perkara ini, kejari menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yaitu, Ke-tua Harian PBVSI Wahyono Hari-yadi dan Ketua KONI Jogja Irian-toko Cahyo Dumadi. Haryadi sudah lebih dulu menjalani persidangan dan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta sub-sider tiga bulan kurungan.Status tersangka Iriantoko pun berimbas pada anggaran hibah bagi KONI Jogja. Pada tahun 2014, Kesbang Pora Pemkot Jogja tidak mencairkan dana hibah, karena ketua KONI Jogja menjadi ter-sangka. (mar/hes/ong)