DWI AGUS/RADAR JOGJA
INDAH : Aktivitas para nelayan di Pantai Girisubo, Gunungkidul. Selain kapal-kapal kecil, di perairan Gunungkidul juga dioperasikan sejumlah kapal bantuan pemerintah dengan kapasitas lebih besar. 
GUNUNGKIDUL – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinsosnakertrans) Gunungkidul Dwi Warna naik pitam. Sebab, kapal bantuan pusat yang sempat ditarik, karena tidak sesuai peruntukan ternyata salah satu mesin berukuran 40 PK ternyata hilang. “Saya tidak mau tahu berkaitan dengan hilangnya beberapa perlengkapan kapal. Saya ingin kondisi kembali utuh, sama seperti saat diberikan pertama kali,” kata Dwi Warna.
Dia menjelaskan, atas kejadian ini pihaknya sudah membuat surat resmi agar pengelola mencari keberadaan mesin tersebut. Jika tidak ketemu, dia menyarankan agar dilaporkan ke polisi. Karena sudah masuk tindak pidana pencurian.”Saya tidak mau bilang wilayah mana yang kehilangan mesin. Yang jelas kejadian itu ada, dan saya sudah memberikan surat resmi untuk terus mencarinya,” tegasnya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengaku tidak tahu persis kejadian hilangnya mesin kapal, karena peristiwa itu terjadi bukan di wilayah Pantai Baron. “Memang ada (mesin kapal hilang), tapi itu bukan terjadi di kami,” kata Surisdiyanto.
Menurut dia, dari total kapal yang ditarik dinsosnakertrans, semua dalam kondisi lengkap. Hanya saja, ada sebuah kapal yang mengalami keruskanan mesin, saat dikembalikan.”Kalau di tempat kami tidak ada yang hilang, dan lengkaphanya saja saat dikembalikan, ada salah satu mesin rusak. Tapi itu tidak menjadi masalah karena penarikan di wilayah Baron sudah selesai,” ujarnya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengakui bahwa ada salah satu kapal hibah dari pemerintah hilang mesin penggerak. Namun dia tidak tahu kronologi kejadian, sebab saat itu pihaknya belum menjadi koordinator dan masih merupakan anggota biasa.”Waktu itu saya masih bertugas di Wediombo,” kata Handoko.
Mengenai surat dari Dinsosnakertrans Gunungkidul, Handoko mengaku sudah berupaya mencari melalui keterangan pengurus di periode lalu. Hanya saja upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sedang untuk lapor polisi tidak berni karena takut dituduh membuat laporan palsu, karena detail kejadian tidak tahu persis. “Saya sudah membuat surat balasan ke dinsosnakertrans. Intinya kami tidak sanggup, karena hilangnya mesin itu bukan saat pengurusan kami,” ujar Handoko. (gun/din/ong)