MUNGKID- Pemerintah turun tangan menangani kerusakan ruas Jalan Salaman-Borobudur, setelah banyak desakan. Pembangunan jalan menuju tempat wisata dunia Candi Borobudur tersebut dianggarkan Pemprov Jawa Tengah senilai Rp 10 miliar.
Sesuai rencana, rusaknya jalan tersebut akan digarap dengan jenis pekerjaan overlay lapis. Adapun target yang dikerjakan sepanjang 4,0 kilometer.
Mulai kemarin (28/4), beberapa titik yang berlubang mulai ditangani penyedia jasa. Penambalan jalan dilakukan mulai Tugu Bunderan Salaman hingga ruas Jalan Borobudur. Tim dari Dinas Bina Bina Marga Jateng turun ke lokasi dan memerintahkan penyedia jasa segera memperbaiki ruas jalan yang rusak.
“Kami mendorong penyedia jasa segera bekerja,” kata Kabid Wilayah Tengah Dinas Bina Marga Jateng Haryono Haroen.
Haryono datang ke lokasi rusaknya jalan bersama Kasi Peningkatan Jalan Wilayah Tengah Dinas Bina Marga Jateng Sudanang dananggota rombongan lain. Mereka mengecek langsung lokasi rusaknya jalan dan meminta pelaksana proyek segera menangani.
“Tahap awal, kami minta jalan yang berlubang untuk ditambal terlebih dahulu. Ini agar tidak rawan kecelakaan,” tegasnya.
Abdul Qodir, pengawas proyek dari Dinas Bina Marga Provinsi Jateng menjelaskan, ruas jalan Salaman-Borobudur diaspal dua lapis. Ruas yang dikenal dengan Jalan Keprekan – Salaman tersebut diaspal sepanjang 4 kilometer.
Pada titik jalan yang rusak, aspal dikeruk secara manual, kemudian dilapisi. Sebelum dilapisi, jalan yang rusak ditambal lebih dahulu dan akhirnya di-overlay.
“Dari kemarin, sebenarnya mau dikerjakan. Tetapi karena faktor curah hujan yang tinggi, belum jadi. Kami perintahkan LPA untuk sementara,” papar Qodir.
Menurutnya, LPA sifatnya hanya sementara dan tidak dianggarkan langsung. Sehingga, penambalan yang dilakukan sebelumnya terkesan seadanya.
“Saat ini baru dikerjakan, karena pada satu sampai duabulan pelaksana melakukan persiapan teknis. Meski terlambat, kami optimistis proyek bisa selesai sesuai target. Termasuk nanti soalkerusakan jalan di gorong-gorong Jalan Salaman-Borobudur. Secara prinsip, akan diperbaiki,” jelasnya.
Pelaksana Proyek PT Armada Hada Graha (AHG) Kholik memaparkan, pihaknya melakukan penambalan jalan sejak beberapa hari lalu. Penambalan jalan yang berlubang merupakan pekerjaan awal yang akan diteruskan tahapan selanjutnya.
“Kami target penambalan jalan yang berlubang berlangsung selama dua hari,” jelasnya.
Seperti diketahui, Pemprov Jateng Dinas Bina Marga mengerjakan proyek itu dari Dana APBD Provinsi Jateng. Adapun nama kegiatannya tersebut adalah peningkatan jalan dan penggantian jembatan di wilayah Jateng ruas Keprekan – Salaman. Masa pekerjaan terhitung dari 10 Maret hingga 6 September 2015. Jenis pekerjaan overlay lapis dan target sepanjang 4,0 kilometer.(ady/hes/mga)