PUTRI SOFYANITA/RADAR JOGJA
HIJABERS: Fashion show busana muslimah yang menampilkan padu padan baju dan hijab yang dikenakan dalam acara Warna-Warni Kartini 2015 belum lama ini.
JOGJA – Perempuan berhijab, kini semakin diberikan kesempatan untuk berkiprah. Pasalnya, banyak instansi yang memperbolehkan penggunaan hijab untuk kegiatan kedinasan, misalnya saja di lingkup kepolisian. “Emansipasi perempuan di zaman modern ini khususnya bagi para mus-limah yang mengaenakan kerudung semakin mendapat tempat. Banyak instansi yang sudah membolehkan penggunaan hijab di kegiatan berdinas” ungkap Ketua Farahdi Center Farah Diana di sela acara Warna-Warni Kartini 2015 belum lama ini.Menurutnya, perempuan itu adalah sosok yang istimewa. Perempuan tak hanya berjuang dalam menempatkan dirinya di tengah-tengah masyarakat tapi juga sosok pendamping bagi su-ami dan anak-anak mereka. “Itu se-babnya, jangan sampai tren hijab hanya sebatas fashion tapi juga mem-bingkai diri dengan kepribadian yang santun,” tegasnya.
Sementara itu, gelaran Warna- Warni Kartini 2015 ini menjadi ajang untuk menyadarkan banyak orang tentang eksistensi perempuan berhijab. Dalam kegiatan ini terdapat lomba fashion show busana muslimah.Peserta lomba fashion show muslimah berlenggak-lenggok bak model saat memperagakan busana muslim yang mereka kenakan. Mereka tampil ang-gun dengan hijab yang ditata sedemikian rupa hingga tampak serasi dengan busana yang menutupi aurat mereka. Acara yang mayoritas dihadiri oleh para hijabers-hijabers muda Jogja-karta ini, mengundang banyak per-hatian masyarakat. Itu terbukti dengan banyaknya peserta, baik fashion show dari kategori anak-anak hingga dewasa. Salah seorang juri sekaligus desai-ner Adiya Arifatu Diniyya mengata-kan, acara ini juga sebagai ajang uji kreativitas bagi para peserta dalam memadukan hijab dan busa-na. ” Bagaimana bisa tampil cantik tapi tidak norak,” ujar disainer 23 tahun ini. (cr1/ila/ong)