JOGJA – Lagi, Kanwil Direktorat Jenderal Pa-jak (DJP) DIJ menyandera pengemplang pajak. Kali ini, wajib pajak (WP) yang disandera (gij-zeling) dan dimasukkan ke sel tahanan adalah pengusaha berinisial Zs. Dia merupakan penanggung pajak CV GPS. Penyanderaan Zs atas perintah sekaligus Surat Izin Penyanderaan Menteri Keuangan Nomor SR-1121/MK.03/2015 tertanggal 9 April 2015. “Wajib pajak berinisial Zs ini nunggak bayar pajak sebesarRp 326 juta. Dia disandera di Rumah Tahanan Kelas IIA Jakarta Timur,” kata Kakanwil DJP DIJ Rudy Gunawan kepada war-tawan kemarin (21/4). Menurut Rudy, penyanderaan dilakukan ter-hadap para penanggung pajak yang mempu-nyai utang pajak sekurang-kurangnya seratus juta rupiah dan diragukan untuk melunasi utang pajak
Penyanderaan dilakukan paling lama enam bulan dan dapat dip-erpanjang paling lama enam bulan. “Penanggung pajak yang disan-dera dapat dilepaskan bila utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas,” tambah Rudy.Meski telah ditahan di Jakarta, Kanwil DJP DIJ tidak berniat memindahkan ke Jogjakarta. Sebab, lokasi penangkapan be-rada di Jakarta dan proses dila-kukan di daerah yang sama. Padahal, Lapas Wirogunan sendiri telah menyiapkan empat ruang tahanan di Blok H khusus gijzeling. “Blok H khusus gijzeling dapat menampung hingga del-apan orang per kamar,” kata Kepala LP Wirogunan Zaenal Arifin. (mar/laz/ong)