GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BAK PERAGAWATI: Terpidana mati kasus narkoba Mary Jane Fiesta Veloso saat ikut lomba fashion show untuk memeringati Hari Kartini, di Lapas Wirogunan, Jogja, kemarin (21/4).

Berkebaya Ungu, Antusias Ikut Lomba Peragaan Busana

Ada yang istimewa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan, Jogja, kemarin (21/4). Para warga binaan di sana berkumpul untuk mengikuti sejumlah lomba dan perayaan peringatan Hari Kartini. Menariknya, terpidana mati kasus narkoba Mary Jane Fiesta Veloso ikut aktif dalam acara ini.
RIZAL SETYO NUGROHO, Jogja
ACARA peringatan Hari Kartini di Lapas Wirogunan telah ramai sejak pukul 08.00 WIB. Penghuni lapas, terutama kaum pe-rempuan, bersiap mengikuti acara puncak di aula lapas setempat. Warga binaan pe-rempuan berdandan dengan pakaian kebaya warna-warni dan sanggul. Mereka menyiap-kan itu sedari pukul 07.00.Menjelang acara dimulai, satu persatu warga binaan berkumpul di aula. Puluhan kursi berjejer terbagi dua bagian di sisi kiri dan kanan. Mereka duduk bercampur, tidak membedakan asal blok mereka. Kursi ham-pir semua penuh saat acara dimulai. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagi Ibu Kita Kartini. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Mulai dari Kepala Lapas Wiro-gunan Zainal Arifin, Kepala Divisi Pemasya-rakatan Kanwil Kemenkumham Etty Nur-baeti hingga Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Sleman Sri Wah-yuni Dewi. Saat sambutan-sambutan inilah Mary Jane muncul. Dia datang bersama seorang sipir dan seorang kawannya. Awalnya awak media sempat terkecoh dan tidak menya-dari kedatangan Mary Jane
Penampilannya memang lain dari biasanya. Ia mengenakan se-telan kebaya warna ungu dan rok batik warna putih motif hitam. Se-lain itu, rambutnya pun bergelom-bang terurai. Dia tampak anggun. Warga Filipina ini langsung duduk di kursi kosong bagian depan. Setelah para wartawan menyadari kehadirannya, me-reka berlomba mengambil gam-bar Mary Jane. Sorotan dan je-pretan kamera semua mengarah kepadanya. Mary Jane terlihat kurang nyaman dengan kon-disi itu. Risih dengan perlakukan media, ia berbalik mundur ke belakang. Beberapa sipir perempuan dan kawannya menutupnya dari bidikan kamera. Kepala Lapas Zainal kemudian meminta war-tawan tidak lagi mengambil gambar Mary Jane. “Dia mundur, tidak enak dengan teman-te-mannya. Kenapa kok saya terus yang disorot,” kata Zainal ke-pada wartawan.Menurut Zainal, Mary Jane antusias mengikuti kegiatan Hari Kartini. Itu terbukti dengan dia datang ke acara puncak. Se-dangkan kebaya yang dikenakan-nya, dikatakan Zainal, diberi teman Mary Jane sesama warga binaan. “Antusiasmenya lihat sendiri, dia warga asing tapi ikut merayakan hari besar nasional kita. Kita hargailah. Tahun ke-marin dia juga ikut acara se-perti ini,” terang Zainal.
Duduk di belakang, Mary ter-lihat sedih. Matanya tampak merah mengeluarkan air mata. Sipir lapas yang mendampingi, berusaha menenangkannya. Juga kawan-kawannya. Namun, wajahnya berubah saat lomba menyanyi dimulai. Hiburan dari sesama penghuni lapas itu membuatnya tertawa. Ia bahkan sampai berdiri untuk menik-mati perlombaan menyanyi. Tawanya pecah saat ada hiburan dance dari penghuni lapas pria yang berdandan perempuan.Bahkan saat perlombaan fashion show, Mary Jane ikut berparti-sipasi. Saat namanya dipanggil, dia maju ke depan dengan tenang dan senyum terkembang. Dia juga memperkenalkan diri se-belum berlenggak-lenggok layaknya peragawati. “Saya Mary Jane, saya dari Filipina. Terima kasih,” ujarnya. Selanjutnya dia berjalan dari belakang ke depan sebanyak dua kali. Tepuk tangan dan sorak-sorai peserta mengikuti langkah Mary Jane di atas “catwalk”. Ia terlihat lepas dan menikmati acara siang itu. (*/laz/ong)