JOGJA – Putusan hakim tunggal Pengadilan Jakarta Selatan Sarpin SH yang mengabulkan gugatan praperadilan Budi Gunawan terhadap KPK berimbas pada kinerja kepolisian di daerah. Merasa ada kejanggalan atas kinerja penyidik Polda DIJ, Ir Arif Budiono melayangkan gugatan praperadilan ke PN Sleman.
Warga Pakembinangun, Pakem, Sleman ini melayangkan gugatan terhadap Polda DIJ, karena penyidik Direskrim Umum Polda DIJ dinilai tidak perjalankan tugasnya sesuai perundang-undangan.
“Penyidik berpihak dan membela kepentingan pelapor, yaitu Muhammad Suryo. Suryo merupakan rekan binis Arif,” kata Kuasa Hukum Arif Budiono, Lukmanul Hakim SH usai mendaftarkan gugatan ke PN Sleman, kemarin (16/4).
Gugatan didaftarkan ke PN Sleman dengan register Nomor 02/Pid.Pra/2015/PN. Smn tertanggal 16 April 2015. Pendafaran gugatan praperadilan diterima Panitera Muda Heri Santoso.
Lumanul menceritakan, gugatan praperadilan ini bermula ketika kliennya Arif Budiono dilaporkan oleh rekan bisnisnya M. Suryo, warga Sariharjo, Ngaglik, Sleman atas tuduhan penipuan dan penggelapan jual beli tanah seluas 6.000 m2 di Kemetiran Kelurahan Pringgonkusuman, Gedongtengen, Jogja.
Sebulan kemudian, Arif langsung ditetapkan sebagai tersangka. Seiring berjalannya waktu, Arif Budiman dipanggil dan langsung ditahan. Setelah delapan hari ditahan, Arif dibebaskan setelah pengacara dan keluarganya mengajukan penangguhan penahanan.
“Anehnya, setelah penangguhan penahanan dikabulkan, klien kami kembali ditahan tanpa alasan yang jelas. Proses ini lah yang kami gugat ke pengadilan. Sehingga, materi gugatannya adalah pencabutan penangguhan penahanan dan melakukan penahanan lanjutan,” tandas Lukmanul.
Padahal, selama proses pemeriksaan, Arif sangat koperatif. Arif belum pernah mangkir dari panggilan penyidik, bahkan ia sering ke polda usai penangguhan penahanan dikabulkan. Setelah ditelusuri, penasihat hukum mendapatkan informasi bahwa penahanan lanjutan tesebut dilakukan karena atas desakan pelapor.
Selain melayangkan gugatan ke PN Sleman, Arif telah melaporkan penyidik Polda DIJ ke Propam Polda DIJ dan Mabes Polri. “Kami juga melaporkan saudara M. Suryo ke Mabes Polri,” jelas Lukmanul. (mar/jko/mga)