DWI AGUS/RADAR JOGJA
TERBANTU: Pasien dan keluarga menerima bantuan yang dapat meringankan beban selama proses perawatan di rumah sakit. 
SLEMAN – Mendapati diri maupun anggota keluarga lain menderita kanker merupakan satu pukulan yang berat. Kendati begitu, rasa optimistis perlu dibangun untuk melewati masa-masa penyembuhan bagi para survivor kanker. Dengan begitu, mereka bisa semakin semangat dalam berjuang melawan penyakitnya.
Itu pula yang mendasari PT Sido Muncul bersama Berlico Farma memberikan Bantuan Biaya Hidup bagi pasien maupun keluarga pasien penderita kanker. Secara simbolis bantuan ini diberikan di RSUP dr Sardjito Jogjakarta, Selasa (14/4).
Direktut Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, akan ada 200 pasien yang dibantu. Fokus dari Bantuan Biaya Hidup ini adalah pasien atau keluarga pasien yang menjalani rawat inap. Terutama yang akan menjalani operasi atau terapi kanker ataupun sesudahnya. Pada tahapan awal ini bantuan yang diberikan sebesar Rp 250 juta.
“Kalau bantuan BPJS sudah berjalan dengan baik. Sedangkan untuk biaya hidup kadang terlupakan. Padahal untuk penyembuhan memakan waktu yang lama. Tentunya ini berpengaruh pada biaya hidup selama dirawat,” kata Irwan.
Sambutan positif diberikan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Sardjito dr H Mochammad Syafak Hanung dan Bupati Sleman Sri Purnomo. Menurut Syafak, proses perawatan penderita kanker memerlukan waktu yang lama. RS Sardjito sendiri telah menampung pasien dengan BPJS. Namun untuk biaya hidup tetap ditanggung oleh keluarga pasien. Dengan adanya bantuan ini, tetunya sangat meringankan beban hidup.
“Para keluarga tentunya meluangkan waktu untuk merawat. Sehingga untuk kegiatan ekonomi mandeg dan tidak ada pemasukan. Sedangkan biaya hidup terus bertambah setiap harinya. Dengan adanya kegiatan ini akan meringankan beban pasien terutama biaya hidup selama dirawat,” tandasnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo berharap, gerakan ini menjadi sebuah triggers. Terutama menggugah para pengusaha lainnya melakukan gerakan serupa. Dengan adanya program ini tentunya dapat meningkatkan kepedulian bersama.
Menurutnya, RS Sardjito tidak hanya menampung pasien dari Jogjakarta saja. Beberapa pasien dari beberapa kota di Jawa Tengah juga berobat di sini. Hal ini tentu membuat para keluarga pasien menginap hingga berbulan-bulan lamanya.
Nasrianti orang tua pasien dari balita bernama Aurelia merasa terbantu. Terlebih untuk biaya hidupnya selama anaknya dirawat di RS Sardjito. Selama 20 hari dia menemani putrinya yang menderita kanker darah atau leukimia.
“Untuk biaya hidup per harinya bisa Rp 100 ribu selama perawatan. Terbantu dengan adanya program bantuan ini. Terutama untuk biaya hidup harian selama dirawat. Selama ini untuk biaya hidup dari bekerja dan meminta bantuan keluarga,” kata perempuan asal Banjarnegera ini. (dwi/ila/Nr)