WAHYU METASARI/RADAR JOGJA PENUH IDE: Ibud Puji Priyono fokus mengangkat makanan tradisional dengan sentuhan inovasi pada tampilannya sehingga dia berani mengambil
IDE awal dari bisnis cilok ini berangkat dari keprihatinannya terhadap makanan yang terbuat dari aci tersebut. Sebagai salah satu makanan tradisional, cilok hanya disajikan dalam bentuk sederhana yakni hanya dibungkus plastik dan diberi tusukan sate. Menurut Ibud, sapaannya, packaging yang seperti ini dianggap tidak memiliki daya tarik.
“Dari sinilah saya melihat peluang, gimana kalau cilok ini dinaikkan kelasnya. Akhirnya setelah dipikir-pikir saya menemukan formula seperti bumbu, pengemasan, dan penyajian harus diubah semuanya,” kata Ibud, saat ditemui disela-sela pekerjaan di daerah Klebengan, beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan cilok pada umumnya, cilok buatan Ibud ini dibungkus dengan menggunakan cup seukuran ice cream. Sementara penyajiannya dibuat semodern mungkin dengan aneka variasi rasa, mulai dari original kacang, barbeque, dan blackpepper jamur.
Tak hanya itu, untuk menarik pelanggan, cilok yang diberi nama Ocil juga dibuat berkarakter dan diberi garnis. “Ocil ini sebenarnya adalah singkatan dari O-cilok. Kenapa O-cilok, karena pengunjung pasti penasaran waktu pertama kali melihat makanan ini soalnya mirip sama bento,” ujar laki-laki kelahiran Kebumen, 18 April 1981.
Menurutnya, menjadi seorang pengusaha bukan perkara mudah. Perlu adanya inovasi dan ide nyleneh jika usahanya ingin dikenal. “Ya, kayak cilok ini,” katanya.
Meski baru beberapa bulan di-launching namun karena banyak yang penasaran, gerai yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 5 ini sudah mulai banyak pelanggan. “Kunci sukses itu ada tiga, kerja keras, fokus, dan jangan lupa beramal,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dari ketiga kunci sukses tersebut poin ketiga dianggapnya paling berpenggaruh. Karena dengan beramal akan dimudahkan segala urusannya. “Logikanya, jika kita memberi kepada orang lain dan orang lain ini mendoakan kita, maka berkah yang berlimpah niscaya akan diberikan kepada kita,” terangnya. (met/ila/mga)