MUNGKID – Pemkab Magelang diminta segera mengisi kosongnya jabatan pe rangkat desa yang tersebar di Kabupaten Magelang. Ada puluhan jabatan seperti kepala dusun (kadus), sekretaris desa (sekdes), dan ke-pala desa (kades) yang mengalami ke-kosongan. Tentu saja dengan berbagai alasan. Mulai ditinggal pensiun hingga meninggal dunia.Ahmad Muslim, salah satu perangkat Desa Srumbung menyatakan, ada empat jabatan yang mengalami kekosongan di desanya
Yakni, jabatan sekdes, kepala Dusun Ngelorejo, kepala Dusun Cawakan, dan kepala Dusun Wates. Kosongnya jabatan me-reka sejak awal tahun lalu, ka-rena habis masa kerjanya dan ada yang meninggal dunia. Kini, ada empat jabatan pe-rangkat desanya yang diisi pelaksana tugas atau Pj.”Atas kondisi ini, ada perangkat yang merangkap jabatan. Sepert saya, selain menjabat Kasi Pembangunan Pemdes Srum-bung, juga merangkap tugas jabatan sebagai kadus,” ungkap Ahmad kemarin (5/4).Ia melanjutkan, pihaknya harus merangkap kedua tugas jabatan yang diemban secara bersama-an. Tak jarang, dalam sehari, pihaknya harus mengurusi ber-bagai macam pekerjaan. Ter-masuk merangkap menjadi kadus. Dari total 21 perangkat yang ada, Pemdes Srumbung hanya memiliki 17 perangkat desa definitif.”Semoga kondisi ini segera diisi Pemkab Magelang. Sehing-ga tugas dan fungsi kerjaan bisa optimal. Seperti saya bisa fokus mengurusi program pembangu-nan di desa. Seperti yang digem-bor-gemborkan bupati dan gubernur soal infrastruktur. Padahal, perangkat di tingkat bawah mempunyai kerjaan dobel,” jelasnya.
Selain di Desa Srumbung, ko-songnya jabatan perangkat juga terpantau di beberapa desa di kecamatan lain. Seperti Kades Salaman dan Kades Krasak di Kecamatan Salaman. Kedua desa tersebut tidak dijabat kades definitif. Sementara di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, ada bebe-rapa jabatan kadus yang juga tidak diisi jabatan definitif. Se-perti Kadus Manglong dan Tlo-gosari. Selain itu, ada juga jaba-tan perangkat kosong di Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan.Kades Pucungrejo, Kecamatan Muntilan Much Ma’ruf men-jelaskan, Pemerintahan Desa Pucungrejo memiliki 16 jabatan perangkat desa. Itu terdiri dari 11 kadus dan beberapa kepala urusan, serta jabatan kades. Se-mentara, satu jabatan kadus mengalami kekosongan dan dijabat Plt.”Untuk yang jabatan kosong kini diisi Plt Kadus Karangpucung. Kosongnya jabatan karena kadus definitif meninggal dunia se tahun lalu,” katanya.Menurut Ma’ruf, kosongnya jabatan ini berdampak buruk bagi jalannya pemerintahan desa. Karena jabatan penggan-ti sementara yang selama ini dijalankan kurang berjalan maksimal.”Kalau tidak definitif, hubungan kemasyarakatannya masih kurang. Kebijakan tidak langsung bisa terlaksana. Jika dibiarkan terus, kasihan yang ada hanya pelayanan masyarakat yang ter-ganggu,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Magelang Arry Widi Nugroho menjelaskan, kosongnya jabatan perangkat tidak lepas dari munculnya UU Desa. Aturan sekarang ini, penghasilan perangkat dipe-ngaruhi jumlah personel di desa yang ada. Sehingga peme-rintah akan menata hal tersebut.”Otomatis, pengisian jabatan perangkat belum dan kebetulan menyangkut (teknis) pengisian perangkat desa, Permen-nya belum keluar. Harus menunggu Perda,” katanya.Jumlah perangkat desa nanti-nya berpengaruh pada peng-hasilan perangkat desa. Pihaknya sudah mengajukan perda soal itu. Untuk merealisasikanya butuh proses panjang. “Aturan baru itu nanti sekaligus berpengaruh pada proses pe-nyelenggaraan pemerintahan kita (pemerintahan desa),” ka-tanya. (ady/hes/ong)