MIFTAHUDIN/RADAR JOGJA
PENDEKAT JARAK: Jembatan Buntung di Popongan, Sinduadi, Mlati ini sudah mulai digunakan sejak beberapa bulan lalu. Jembatan ini menjadi penghubung antara Jalan Mojali dengan Jalan Magelang.
SLEMAN- Rekayasa lalu lintas yang diberlakukan di beberapa ruas jalan ternyata tidak sepenuhnya berhasil se-suai harapan. Kemacetan kadang masih terjadi di titik-titik tersebut, meskipun tidak separah sebelum diterapkan re-kayasa. Karena itu, rekayasa yang tadi-nya sementara, kini dibuat permanen.Salah satunya, arus memutar satu arah di kawasan Seturan. Tepatnya, di simpang empat Selokan Mataram. Arus kendaraan dari utara ke selatan atau barat harus belok ke kiri (timur) dulu. Memutar melewati ruko-ruko sampai pom bensin. Itu salah satu rekayasa lalu lintas yang telah dite-tapkan permanen. “Awal uji coba se-dikit macet di simpang empat. Tapi sekarang lumayan,” ungkap Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komu-nikasi, dan Informasi Sleman Sulton Fatoni kemarin (9/3).
Jalur satu arah memang memakan waktu lebih lama. Karena jarak tempuh lebih jauh. Tetapi, dibanding terjebak macet, Sulton menjamin jarak tempuh di jalur lingkar tidak menghabiskan ba-han bakar lebih banyak dibanding saat macet. “Paling tidak sama. Waktu tem-puhnya juga relatif sama. Kalau macet mungkin bisa lebih lama,” ujarnya.Sulton belum puas dengan rekayasa lalu lintas yang ada di titik tersebut. Dia ingin memecah keruwetan lalu lintas jalan alternatif di sepanjang Se-lokan Mataram yang menghubungkan Seturan dengan Gejayan. Saat ini, jalan di sisi selatan selokan sudah diperlebar.
Namun, arus kendaraan masih dinilai semerawut karena jalur tersebut untuk dua arah. Jika digolkan oleh pemangku kepen-tingan, Sulton berharap dibangun lagi jalan serupa di sisi utara selokan. Dengan begitu, ada dua jalan alternatif di kiri dan kanan selokan. Nantinya, untuk meminimalisasi krodit, masing-masing ruas jalan tersebut dibuat satu arah. “Saya kira space yang ada (di utara se-lokan) masih memungkinkan,” ucapnya.
Kondisi itu sama dengan rekayasa lalu lintas di kawasan Sinduadi Mlati. Yakni, jalan alternatif penghubung Jalan Magelang dan Jalan Monjali. Dua jalur dipisahkan oleh Selokan Mataram. Rekayasa lalu lintas lainnya di Simpang Empat Taman Makam Pahlawan Dr Wahidin Sudirohusodo di Jalan Mage-lang. Simpangan tersebut hanya di-buat dua lajur, arah utara dan selatan. Batas tengah jalan yang saat ini dipeng-gal dengan traffic count akan dibuat permanen. “Infonya mau dibuat defi-nitif. Tapi belum tahu kapan. Itu ke-wenangan pemerintah provinsi,” ujar Sulton. (yog/din/ong)