AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
BANTU PEDAGANG: Kendaraan roda tiga bertenaga listrik karya Pusdatek Fakultas Teknik UNY sedang diujicoba.
JOGJA – Pusat Pemberdayaan Ilmu Pengetahuan dan Tekno-logi (Pusdatek) Fakultas Teknik UNY kembali menciptkan karya inovasi teknologi kendaraan ber-tenaga listrik. Kali ini kendaraan yang dirancang adalah kendara-an roda tiga bertenaga listrik. Kendaraan ini sengaja dicip-takan untuk membantu pe-dagang atau wirausahawan yang membutuhkan kendaraan ber-muatan sedang. “Kendaraan ini ramah lingkungan karena bertenaga listrik,” kata Kooor-dinator Pusdatek FT UNY Rustam Asnawi pekan lalu.Menurut Rustam, sepeda yang diberi nama sepeda listrik niaga atau motor angkut elek-trik serbaguna ini dilengkapi bak berukuran 100 x 90 cm dan tinggi 30 cm. Pembuatan kendaraan kreasi ini melibatkan dosen-dosen Pusdatek FT UNY yang lain seperti Muhammad Wakid sebagai kooordinator tim sepeda listrik niaga, kon-sultan ahli Mujiyono dan su-pervisor Eko Priyanto serta Sigit Yamtono.
Selain itu, Pusdatek melibat-kan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin yai-tu Bagus Tri Sugiarto, Taufik Wisnu Saputra Johan Ferdian, M. Klidah, dan Ali Murtadho. Ada pula mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif yaitu Teguh Arifin dan Arif Nugroho dari Pendidikan Teknik Elektro.”Sepeda listrik niaga ini meru-pakan salah satu proyek kerjasama Pusdatek FT UNY dengan Kemen-ristek RI,” tambah salah satu innovator Bagus Tri Sugiarto. Bagus menerangkan, tim Pus-datek FT UNY mengerjakan project kerja sama ini sesuai kompetensi di bidangnya ma-sing-masing. Sebagian tim ada yang mengerjakan body, bak, kontrol sepeda hingga pem-buatan transmisi. Selain me-ngusung konsep sepeda niaga, tim ini juga menitikberatkan pada kemampuan membawa muatan berat di tempat yang sempit.Bagus mengklaim, kapasitas muat sepeda listrik ini mencapai 500 kilogram dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.
Disinggung mengenai daya baterai, Bagus menjelaskan, baterai kendaraan ini bertenaga 48 volt 32 Ah yang mampu bertahan sampai 60 km. Melihat besaran kapasitas terse-but ia optimistis sepeda itu mampu memberi kontribusi terhadap pedagang dalam segi transportasi. “Saat ini, pengisian baterai masih menggunakan sistem manual yaitu menggunakan charger laptop selama selama 3-4 jam namun kami beren-cana mengembangkan sistem recharging supaya lebih efisien sehingga bisa dilakukan pengi-sian sembari sepeda digunakan,” terang Bagus. Kendaraan ini ramah ling-kungan karena menggunakan energi listrik serta dilengkapi sistem kontrol untuk maju dan mundur, layaknya mobil. Selain itu ada pula transmisi dalam satu kendaraan. “Dalam satu kendaraaan bisa disetting ke-cepatan low (rendah) dan high (tinggi) dengan memindahkan tuas disamping jok,” beber Bagus. (mar/laz/ong)