JOGJA – Perubahan mekanisme pemilihan struktural pengurus PDI Perjuangan ternyata berdampak serius. Usulan terbanyak dari Pengurus Anak Cabang (PAC) setingkat ke-camatan dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) setingkat kabupaten/kota, tak menjadi jami-nan bakal menjadi ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) setingkat provinsi. Buktinya adalah pemilihan pengurus DPD di salah satu hotel di Jalan Magelang, ke-marin (1/3). Nama Wakil Wali Kota Jogja Imam Pri-yono (IP) yang mendapatkan dukungan 52 PAC dari 78 PAC se-DIJ dan empat DPC se-DIJ kecuali Kabupaten Bantul, tak masuk di tiga nama rekomendasi DPP PDIP
Pengurus pusat partai ber-lambang banteng moncong putih ini menyaring tiga dari 11 nama. Mereka adalah Yoeke Indra Agung Laksana (Ketua DPRD DIJ), Bambang Praswanto (careteker Ketua DPD pengganti Idham Samawi), dan Eko Suwanto (Ketua Fraksi PDIP DPRD DIJ).Akhirnya, sesuai mekanisme partai, ketiga nama rekomen-dasi dari DPP tersebut bermu-syawarah untuk menentukan kepengurusan inti. Hasilnya, Bambang Praswanto kembali memimpin DPD PDIP DIJ. Ia dibantu Yuni Satya Rahayu (Wa-kil Bupati Sleman) sebagai Se-kretaris DPD, dan Yoeke Indra Agung Laksana sebagai Benda-hara DPD.”Komposisinya tidak berubah. Hanya sekretaris yang sebelum-nya kosong karena Pak Bambang Pras naik ke ketua, diisi Bu Yuni,” ujar Yoeke kemarin.
Ia mengatakan, kepengurusan lengkap DPD PDIP telah selesai sehari kemarin. Termasuk sam-pai ke pengurus bidang-bidang telah ditetapkan. “Kepengurusan telah selesai di Konferda (Kon-ferederasi Daerah),” imbuhnya.Keponakan Ketua DPP PDIP Idham Samawi ini mengatakan, setelah Konferda pengurus baru memiliki pekerjaan besar. Me-reka harus menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DIJ. Di Rakerda inilah akan disusun program dan kegiatan kepengu-rusan 2015-2019 mendatang.”Salah satunya menghadapi pemilihan kepala daerah,” tutur Yoeke.
Yoeke menjelaskan, tar-get PDIP adalah sapu bersih di semua pemilihan kepala daerah di DIJ. Baik itu yang di 2015 ya-kni Bantul, Gunungkidul, dan Sleman maupun 2017 di Kota Jogja dan Kabupaten Kulon-progo. “Target tetap meraih ke-menangan,” tandasnya.Untuk bisa merealisasikan tar-get itu, Yoeke mengaku butuh strategi. Inilah yang akan diba-has dalam Rakerda nanti. Program dan kegiatan yang sesuai dengan ideologi PDIP serta bisa meme-nangkan hati rakyat di pilbup dan pilwali. Salah seorang nama yang mendapatkan rekomendasi DPP PDIP Eko Suwanto mengaku, hal itu merupakan hasil musya-warah. Nama Bambang Pras, kata Eko, merupakan yang paling tepat mengisi posisi Ketua DPD PDIP DIJ dengan pengalaman-nya mengurus partai. “Beliau pengalaman,” ujarnya.
Saat pembukaan Konferda DIJ ini hadir kepala daerah dari PDIP. Mereka adalah Bupati Bantul Sri Surya Widati, Bupati Kulon-progo Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono, dan Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu. Juga hadir dua pengurus dari DPP DPIP M Pra-koso dan Nusyirwan Soedjono. Wakil Ketua DPD PDI Perju-angan Eko Suwanto menuturkan, kepengurusan saat iniakan mem-prioritaskan implementasiUU No 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIJ. “Kedua UU ini perintah untuk menyejah-terakan masyarakat,” ujar Eko.
Selain itu, di lima kabupaten/kota dan provinsi, PDIP akan berusaha konsisten mewujudkan penganggaran APBD yang prora-kyat. Ini agar APBD mampu melindungi, melayani dan mem-berdayakan rakyat sehingga dapat meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan rakyat serta menjamin terpenu-hinya kebutuhan rakyat.Soal sikap politik, ia menam-bahkan, PDIP mendukung se-kuat tenaga Gubernur DIJ Ha-mengku Buwono X dan Wagub Paku Alam IX. Ini wujud dari menjaga keistimewaan DIJ yang memang dari pemerintahannya. (eri/laz/ong)