FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
HARUS RAMPUNG:Salah satu kios yang menggunakan rolling door. UPTD Pasar Rejowinangun akan mendorong persoalan tuntas pekan ini.
MAGELANG – Subkontraktor pembuatan sekat antarlos dengan rolling door meminta kejelasan janji Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Rejowinangun. Karena, UPTD di bawah pimpinan Purwadi terse-but telah berjanji memfasilitasi perte-muan subkontraktor dengan CV Trikarya Indah, selaku kontraktor utama dan Pa-guyuban Pedagang Pasar Rejowinangun Magelang (P3RM) yang diketuai Heri Se-tiawan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari tidak adanya pembongkaran rolling door oleh subkontraktor. Apalagi, pekerjaan tersebut belum dibayarkan kontraktor utama mau-pun paguyuban pedagang
.”Saat pertemuan Rabu lalu (11/2), Pak Purwadi berjanji akan memfasilitatori pertemuan antara kami (subkontraktor) dengan main contractor dan paguyuban pedagang pada Jumat kemarin (20/2). Tapi akhirnya batal,” ungkap Fajar Adi Nugroho, salah satu subkontraktor rolling door, kemarin (23/2).Fajar mengaku, pihaknya masih menunggu kejelasan dari UPTD soal pertemuan dengan CV Trikarya dan P3RM.
“Saya dijanjikan Pak Purwadi, dalam minggu ini segera ada per-temuan. Semoga itu benar-benar bisa dilaksanakan,” harapnya.
Fajar meneruskan, pertemuan tersebut diharapkan bisa dilak-sanakan minggu ini. Sehingga pihaknya tidak lagi perlu mela-kukan pembongkaran rolling door tersebut.”Kalau dalam minggu ini tidak ada pertemuan antara kami dengan main contractor dan paguyuban pedagang. Jangan salahkan, kalau kami melakukan pembongkaran los lagi. Karena hakekatnya, kami mengambil barang kami yang belum di-bayar,” tegasnya.
Seperti diketahui, tidak kunjung dibayar bahan dan biaya pema-sangannya, dua subkontraktor, Fajar Adi Nugroho SH dan Su-pardji mencoba membongkar rolling door yang terpasang di los lantai 2 Pasar Rejowinangun, Rabu (11/2). Aksi tersebut akhir-nya dihalang-halangi beberapa pedagang yang merasa telah membayar, baik lewat kredit di bank maupun P3RM. Dalam pertemuan di Kantor UPTD Pasar Rejowinangun hari itu, Purwadi selaku kepala UPTD berjanji, mempertemukan subkontraktor dengan pihak-pihak terkait, soal pembayaran rolling door.
“Iya, saat pertemuan tanggal 11 Februari lalu, kami berjanji mempertemukan subkontraktor dengan Pak Eko (Eko Hadi Pra-nowo, selaku Direktur CV Tri-karya Indah) dan Mas Heri (Heri Setiawan) pada 20 Februari. Biar mereka genah-genahan sendiri soal pembayaran pema-sangan rolling door. Tapi akhir-nya batal, karena hari itu, kami ada sosialisasi retribusi dengan pedagang,” ungkap Purwadi.
Pria yang pernah menjadi kepala UPTD Pasar Gotong Royong ini mengaku, upaya mempertemu-kan pihak-pihak terkait dalam pembangunan sekat antarlos agar tidak timbul gejolak dan keresahan.”Kami tahu, pedagang sudah bayar biaya pemasangan rolling door. Namun, kami dihadapkan fakta, ada pihak subkontraktor yang belum dibayar dan mela-kukan pembongkaran los. Kalau hal ini dibiarkan, tentunya me-resahkan pedagang,” keluhnya.
Purwadi mengaku diwaduli pedagang agar ikut membantu penyelesaian masalah ini.”Pedagang mengaku bingung. Karena kalau sampai los dibong-kar, mereka kesulitan menga-mankan barang dagangan. Rasa was-was itu ada hingga sekarang. Mereka sampai tidak berani me-nambah barang dagangan, takut losnya dibongkar. Semoga dalam minggu ini per-soalan selesai, setelah ada genah-genahan antara mereka (subkon-tarktor, kontraktor utama dan P3RM),” janji Purwadi. (dem/hes/ong)