SETIAKY/RADAR JOGJA
PERJUANGKAN NASIB: Para honorer K2 yang dinyatakan lolos seleksi CPNS tapi SK-nya ditahan Pemkab Bantul, saat menggelar aksi di kantor BKN, Jalan Magelang, Sleman

Lolos CPNS, SK Ditahan oleh Pemkab Bantul

JOGJA – Penerimaan calon pegawai ne-geri sipil (CPNS) di DIJ kembali menimbul-kan masalah. Kali ini terjadi untuk kate-gori 2 (K2) dari wilayah Kabupaten Bantul. SK CPNS mereka ditahan Pemkab Bantul. Ini membuat 38 honorer K2 itu mengge-ruduk kantor Kepatihan DIJ, kemarin (14/1). Awalnya mereka ke Kepatihan untuk menga-du ke Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Tapi, malah diarahkan ke Badan Kepega-waian Negara (BKN).”Kami ke sini ingin mengadukan nasib kami, agar mendapatkan hak kami yang sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan tes CPNS,” kata Veronika Gina, salah seorang guru honorer K2, di sela aksi kemarin.
Veronika adalah guru SD Negeri Sedayu, Bantul, yang dinyatakan lolos tes CPNS bersama 592 orang lainnya. Tapi, ia dituduh memanipulasi dokumen syarat pengang-katan CPNS. Pemkab Bantul pun menahan SK CPNS 38 dari 592 orang itu.Veronika mengaku tidak mengerti kenapa Pemkab Bantul menahan SK CPNS. Padahal guru yang sudah mengajar sejak 2005 lalu di SD Sedayu ini mengklaim tidak merasa memanipulasi data. Usulan peserta hono-rer telah ditandatangani kepala sekolah, dan kepala dinas pendidikan.”Dalam pemberkasan tes CPNS, ada tan-da tangan kepala sekolah, dan kepala dinas pendidikan. Mana mungkin kami berani memanipulasi data,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Sudarmi, pega-wai honorer di Puskesmas Pajangan, Bantul. Ia juga menjadi salah satu yang “dicoret” namanya dari daftar CPNS yang lolos oleh Pemkab Bantul. Bahkan ia merasa diinti-midasi karena 38 peserta honorer K2 di-minta mengundurkan diri. Format berkas pengunduran beserta materainya sudah disiapkan BKD Bantul.
Sudarmi yang juga koordiantor aksi ini berharap bisa mencarikan solusi atas ma-salah ini. Ia juga ingin menyampaikan la-poran secara langsung dan lengkap terkait proses pemberkasan CPNS K2. Ia menegaskan akan terus memperjuang-kan nasibnya bersama 38 orang lainnya yang belum mendapatkan SK dari Pemkab Bantul. “Saya akan berjuang mendapatkan hak yang semestinya didapatkan,” ucap Sudarmi.
Pegawai honorer K2 yang mendatangi kantor Gubernur DIJ ini berjumlah 20 orang dengan membawa spanduk bertuliskan “Kami Tidak Mau Dikorbankan, Kami Bukan Penjahat, Kami Bukan Pemalsu, Semua yang Mengatur adalah Pemkab Bantul”.Tapi, saat aksi di Kepatihan ini mereka tidak sempat bertemu HB X. Mereka mela-kukan aksi selama 10 menit. Sebab, petugas Satpol PP yang menjaga kemudian menga-rahkan puluhan K2 itu menggelar aksi ke kantor BKN di Jalan Magelang Km 7, Mlati, Sleman. (eri/laz/ong)