Minta Segera Dilakukan Audit dan Investigasi

PURWOREJO – Gedung Olah-raga (GOR) WR Supratman dan Gedung Pemuda Butuh men-jadi sorotan dalam rapat pari-purna (Rapur) DPRD Purwo-rejo kemarin (8/1). Rapur mengagendakan pan-dangan umum fraksi terkait penyampaian tiga materi ran-cangan peraturan daerah ( Raperda) yang disampaikan Bupati Purwo-rejo Drs H Mahsun Zain, sehari sebelumnya.
Desakan audit investigasi terhadap dua aset Pemkab Purworejo itu disampaikan tiga dari tujuh fraksi DPRD Purworejo. Di antaranya Fraksi Demokrat (FPD), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Per-juangan (FPDIP), dan Fraksi Par-tai Kebangkitan Bangsa (FKB).FPD melalui Sugeng Santoso saat memberikan pandangan umum fraksi meminta agar di tahun ini, bupati sebelum me-masuki masa purna tugas, meng-inventarisir aset-aset daerah yang belum tuntas.”GOR WR Supratman, dan gedung Pemuda Sentra Olahraga Cokro-negoro di Kecamatan Butuh, mobil dinas, dan hal lainnya perlu diin-ventarisir keberadaannya. Sehing-ga tidak menimbulkan permasa-lahan di kemudian hari,” ujarnya.
Fraksi PDIP melalui Prabowo menambahkan, GOR WR Su-pratman dan Gedung Pemuda Sentra Olahraga Butuh hingga saat ini belum memberikan kon-tribusi terhadap pemerintah daerah dari sisi pendapatan dan kemanfaatannya.”Kemanfaatannya bagi ma-syarakat dan terutama para pe-lajar yang memerlukan fasilitas itu belum bisa tersalurkan. Dengan itu, FPDIP meminta penjelasan dari bupati mengenai langkah apa yang sudah atau akan dilakukan,” ujarnya.
Senada dengan Prabowo, juru bicara FPKB Nurul Komariyah mempertanyakan keberadaan GOR WR Soepratman dan Gedung Pemuda Sentra Olahraga yang belum bisa dioperasikan bagi pelajar dan masyarakat.”Perlu dijelaskan tentang hal itu, jangan sampai muncul kesan bupati sengaja tidak mengguna-kan fasilitas umum itu untuk ke-pentingan masyarakat,” ujarnya.
Pada bagian lain Nurul me-nyatakan, selain GOR dan Sentra Pemuda Butuh, FPKB juga me-nyoroti berbagai hal mengenai beberapa aset pemkab yang tidak bisa dioptimalkan, serta kebe-radaan beberapa proyek kegia-tan yang mangkrak, rusak, atau pun tidak bisa digunakan.”Oleh karena itu, pada kesem-patan ini kami mohon untuk me-libatkan BPK agar melakukan investigasi khusus dan audit ter-hadap beberapa kegiatan yang kita duga merugikan keuangan negara dan kepentingan ma-syarakat,” tukasnya. (tom/jko/ong)